Ade Barkah: Calon Bupati Harus Kader Golkar, Supaya Tak Dibohongi Lagi

0
74

CIANJUR, patas.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ade Barkah Surahman, digadang-gadang bakal maju sebagai bakal calon bupati pada Pilkada 2020 Kabupaten Cianjur. Namun, Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat itu tak mau jemawa karena semuanya harus dikembalikan kepada mekanisme dan kebijakan partai.

“Ya, saya kan kader partai. Kalau partai menugaskan, saya siap. Kalau partai tidak menugaskan, saya juga siap,” tegas Ade ditemui usai kunjungan kerja bersama perwakilan fraksi-fraksi DPRD Jawa Barat di kantor Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Kamis (12 Desember 2019).

Statemen mantan Ketua DPRD Kabupaten Cianjur itu menjadi sinyalemen seorang kader tak bisa memaksakan diri maju pada perhelatan Pilkada. Semuanya dikembalikan lagi kepada aturan yang ditetapkan partai.

“Tidak bisa kader itu keukeuh harus maju mengikuti kehendak sendiri. Tidak bisa seperti itu. Ada proses yang harus diikuti. Misalnya proses dulu dari Golkar Kabupaten Cianjur dengan partai-partai temannya (koalisi). Kemudian dibawa ke Jawa Barat, lalu ke pusat. Seperti itu,” tutur Ade.

Pada Musyarawah Nasional (Munas) Partai Golkar belum lama ini, tutur Ade, belum ada pembahasan lebih lanjut mengenai figur yang akan disodorkan Partai Golkar di semua daerah yang akan melaksanakan kontestasi pesta demokrasi lima tahunan itu. Proses pembahasan detail menyangkut Pilkada setelah semua pembentukan kepengurusan baru Partai Golkar dilaksanakan di semua tingkatan.

“Belum, belum. Nanti kepengurusan baru dulu di DPP kemudian dilantik. Dilanjutkan Musda Partai Golkar Jawa Barat. Baru setelah itu berbicara Pilkada,” ungkap.

Ade menanggapi santai wacana yang menggadang-gadang dirinya bakal maju pada Pilkada 2020 Kabupaten Cianjur nanti. Apalagi tahapan pendaftaran juga baru akan dilaksanakan sekitar Juni 2020.

“Pendaftarannya juga bulan Juni. Masih lama,” ucap Ade.

Namun Ade menyiratkan calon yang nanti diusung Partai Golkar merupakan kader. Kebijakan itu tentunya agar calon yang diusung Partai Golkar memiliki loyalitas, komitmen, dan integritas terhadap partai yang mengusungnya.

“Kudu kader supaya teu dibohongan deui (Harus kader supaya tidak dibohongin lagi),” kelakar Ade.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Tb Mulyana Syahruddin, mengaku masih menunggu titah DPP menghadapi kontestasi Pilkada 2020. Artinya, sampai saat ini partai berlambang pohon beringin itu belum bersikap menentukan figur yang bakal maju untuk berkontestasi pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

“Sikap formal, Golkar masih menunggu juklak dan juknis dari DPP. Jadi, DPP itu baru sampai pada pemetaan terhadap kabupaten, kota, dan provinsi yang akan menggelar pilkada serentak,” terang Mulyana.

Selama pemetaan itu, kata dia, DPP akan melihat potensi dengan prioritas kader internal partai yang nanti bakal direkomendasikan maju. Sejumlah nama pun bermunculan. Namun Mulyana belum mau membuka siapa nama-nama yang sudah terpetakan itu.

“Nah, itu nanti akan dikombinasikan. Tahapannya juga masih lama. Masih ada waktu. Bisa jadi di awal tahun,” terang Mulyana.

Ia menyadari Golkar tak bisa mengusung pasangan calon sendiri karena memiliki 8 kursi di parlemen. Karena itu, Golkar butuh koalisi dengan partai lainnya.

“Sudah, sudah. Dengan seluruh parpol, itu sudah mulai pembicaraan-pembicaraan ke arah koalisi. Golkar kan mutlak harus koalisi,” pungkasnya. (daz)

Comments

comments