Bawaslu Cetak Kader Pengawas Partisipatif Menuju Pilkada 2020

0
16

CIANJUR, patas.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Cianjur mencetak kader pengawas partisipatif menghadapi Pilkada 2020. Para kader tersebut diharapkan jadi ujung tombak transformasi bentuk-bentuk pencegahan dan pengawasan.

“Kami berharap, dari kegiatan ini para peserta SKPP (Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif) bisa mentransformasi, inovasi, dan kreasi terkait dengan proses pencegahan dan pengawasan pada setiap momentum Pemilu atau Pilkada,” ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Cianjur, Usep Agus Zawari, usai penutupan SKPP sekaligus deklarasi menyukseskan Pilkada 2020 di Wisma Kementerian Agama, Ciloto, Cipanas, Sabtu (16 November 2019).

Pembentukan kader pengawas partisipatif tersebut, jelas Usep, sebetulnya diarahkan untuk tujuan jangka panjang. Artinya, mereka ada bukan hanya saat menjelang momentum Pilkada 2020.

“Ini dimensinya untuk jangka panjang, bagaimana masyarakat memiliki kesadaran kritis. Jadi, bagaimana juga mereka (lulusan SKPP) mampu kritis melakukan pencegahan-pencegahan dan pengawasan-pengawasan terhadap semua proses tahapan Pemilu atau Pilkada,” tuturnya.

SKPP digelar selama lima hari terhitung Selasa (12 November 2019) hingga Sabtu (16 November 2019). Para peserta merupakan masyarakat umum dari berbagai kalangan dengan rentang usia 19-30 tahun.

Jumlah pendaftar mencapai 100 orang lebih. Namun dari hasil verifikasi persyaratan administrasi, yang memenuhi kriteria sebanyak 90 orang.

“Yang lulus dari SKPP ini ada 83 orang. Kalau yang lulus hingga selesainya kegiatan ada sekitar 70 orang lebih,” jelas Usep.

Idealnya, kata Usep, kader pengawas partisipatif itu tersebar di semua wilayah kecamatan di Kabupaten Cianjur. Namun didasari pertimbangan rekrutmen kader pengawas partisipatif dilakukan terbuka, maka tidak bisa merata tersebar di semua wilayah.

“Inginnya kita seperti itu, tapi karena rekrutmennya terbuka, jadi belum bisa memungkinkan. Tapi pada prinsipnya, dengan adanya kader pengawas partisipatif ini, tingkat kesadaran masyarakat mendapatkan pendidikan politik dan pengawasan yang partisipatif bisa meningkat,” pungkasnya. (daz)

Comments

comments