Hapus Penyertaan Modal BUMD Bisa Kurangi Defisit Anggaran

0
27

CIANJUR, patas.id – Fraksi PKS DPRD Kabupaten Cianjur menduga defisit anggaran 2020 Kabupaten Cianjur disebabkan membengkaknya anggaran untuk Pilkada dan Pilkades. Selain itu, ada penyertaan modal untuk BUMD yang turut membebani anggaran.

“Kami menilai ada beban besar anggaran untuk penyelenggaraan Pilkada dan Pilkades serentak di tahun 2020. Makanya terjadi defisit anggaran,” ujar Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Cianjur, Asep Riyatman, usai Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi Terhadap Nota Pengantar APBD Kabupatwn Cianjur 2020, Selasa (5 November 2019) malam.

Menurut Asep, selain dana Pilkada dan Pilkades, Fraksi PKS juga menyoroti anggaran penyertaan modal untuk BUMD sebesar Rp 11,5 miliar turut menjadi beban. Makanya, kata dia, ada peluang penyertaan modal tersebut ditunda atau sekalian dihapus.

“Kita nanti akan bahas kebutuhan penyertaan modal BUMD itu. Jika memang tak terlalu mendesak, bisa dihapus sehingga mengurangi defisit,” kata Asep.

Lagi pula, imbuh Asep, penyertaan modal untuk BUMD itu tak menyebutkan secara detail untuk BUMD mana saja. “Tidak ada rincian atau lampiran untuk BUMD mana suntikan dana tersebut. Pihak eksekutif tak menjelaskannya,” tutur Asep.

Sementara itu, Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengakui bahwa anggaran Pilkada dan Pilkades serentak 2020 menjadi beban sehingga anggaran defisit. Sebab, untuk dua perhelatan demokrasi tersebut memerlukan anggaran yang sangat besar.

“Beban anggaran pilkada dan pilkades serentak sangat luar biasa besar. Hal itu salah satu faktor penyebab terjadi defisit anggaran,” kata Herman.

Herman juga menerangkan, untuk dana penyertaan modal sebenarnya anggarannya berputar karena ada pengembalian dana dari Ditjen Ciptakarya ke APBD Kabupaten Cianjur. “Sebenarnya dana untuk penyertaan modal itu-itu juga,” ujar dia.

Herman menyebutkan, soal penghapusan dana penyertaan modal untuk mengurangi defisit anggaran bisa dilakukan kalau semua pihak setuju. “Bisa dilakukan (penghapusan). Nanti akan kita bahas,” ungkap Herman. (daz)

Comments

comments