Plt Bupati Cianjur Anggap Defisit Anggaran Hal Biasa

0
27

CIANJUR, patas.id – Postur Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Kabupaten Cianjur 2020 yang disodorkan pihak eksekutif mengalami defisit sebesar lebih kurang Rp 30 miliar. Untuk menutupi kekurangan itu, tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) mencari solusi sehingga nanti kembali berimbang.

“Iya, ada defisit sekitar Rp 30 miliar lebih. Tapi itu kan nanti dibahas lebih rinci lagi dengan TAPD dan Banggar (Badan Anggaran). Nanti untuk menutupi selisih itu apakah dengan menaikkan pendapatan (PAD) atau mengurangi kegiatan,” ujar Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, kepada wartawan usai Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Bupati Cianjur tentang Raperda APBD Kabupaten Cianjur 2020 di Gedung DPRD, Senin (4 November 2019).

Herman menuturkan, terjadinya defisit pada KUA-PPAS APBD sesuatu hal biasa. Sebab, hampir setiap tahun terjadi defisit. “Tapi pada akhirnya semua bisa tertutupi. Tuntas,” ungkapnya.

Defisit pada KUA-PPAS APBD 2020, kata Herman, tidak mungkin juga tertutupi dari Sisa Lebih Penghitungan Anggaran (SiLPA). Sebab, selisih lebih realisasi penerimaan dan pengeluaran pada 2019 relatif kecil.

“Enggak (bisa menutupi). SiLPA juga tadi hanya berapa miliar (rupiah). Tidak terlalu banyak,” jelasnya.

SiLPA tahun ini, lanjut Herman, di antaranya berasal dari tender yang gagal dilaksanakan dan lainnya. Herman tidak menyebutkan perangkat daerah mana saja yang masih menyisakan anggaran kegiatan. “Saya belum lihat. Nanti harus dievaluasi dulu,” tandasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Ganjar Ramadhan, mengatakan besaran Rancangan APBD 2020 yang diajukan TAPD sebesar lebih kurang Rp 3,9 triliun. Secara gamblang, RAPBD itu memuat komposisi belanja langsung dan belanja tidak langsung.

“Agendanya pembahasan Raperda APBD 2020 akan dilaksanakan secara maraton. Tadi, kita melaksanakan paripurna penyerahan nota pengantar Bupati Cianjur tentang Raperda APBD 2020. Besok dilanjutkan dengan paripurna pandangan umum fraksi-fraksi,” terang Ganjar.

Ganjar menegaskan, pihaknya akan mempertanyakan terjadinya defisit pada postur Rancangan APBD 2020. Artinya, harus jelas alasan terjadinya defisit.

“Nanti pasti akan kami pertanyakan terjadinya defisit ini. Kita cari tahu dulu di OPD mana saja yang terjadi defisit,” pungkasnya. (daz)

Comments

comments