Nenek Jompo Usia 100 Tahun Tinggal di Rutilahu

0
31

CIANJUR, patas.id – Menjalani kehidupan yang layak dan nyaman di usia senja sudah menjadi harapan atau keinginan setiap orang. Tapi tidak bagi Mak Kiyah. Dia justru harus melewati usia senjanya dengan segala kekurangan dan keterbatasan.

Dengan menempati rumah tidak layak huni di Kampung Baru Kupa RT 05/RW 03, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Mak Kiyah yang kini berusia 100 tahun itu harus melewati usia senjanya hanya sebatang kara.

Hanya belas kasihan tetangga yang kini dapat menyambung hidupnya, untuk sekedar mendapatkan makan sehari-hari. Karena, fisiknya yang jompo tak memungkinkan Mak Kiyah untuk dapat bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya.

Mak Kiyah hidup sebatang kara sejak ditinggal suaminya yang meninggal dunia sekitar 25 tahun lalu. Tak banyak yang dapat di lakukan wanita renta itu, selain mengharapkan belas kasihan warga sekitar.

Tos teu tiasa barangdamel, kukupingan oge ayeuna mah tos kurang. Kieu we di saung. (Sudah tidak bisa bekerja, pendengaran juga sudah kurang baik. Begini saja diam di rumah),” kata Mak Kiyah, saat disambangi di kediamannya, Sabtu (2 November 2019).

Meskipun kehidupan Mak Kiyah sangat memperihatinkan, namun tak sedikit pun bantuan pemerintah untuk warga miskin yang diterima dan dirasakannya. Di rumah reyot berukuran 3×5 meter yang berlokasi tepat di tengah perkebunan tomat, nenek renta itu hanya dapat menghabiskan waktu kesehariannya dengan duduk di sebuah dipan kayu lapuk ditemani jaring laba-laba yang memenuhi setiap sudut ruangan dan langit-langit kamar yang juga sudah bolong.

Di penghujung usianya, tidak banyak harapan yang disampaikan wanita renta itu. Dia hanya ingin merasakan tidur di kasur empuk, dengan rumah yang tidak bocor saat hujan, bebas debu dan tidak sumpek. (daz)

Comments

comments