PPP Jaring Calon Bupati Siap Syiar, Bukan Syair

0
79

CIANJUR, patas.id – Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Cianjur mulai membuka pendaftaran penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati untuk Pilkada Cianjur 2020. Pendaftaran mulai 14 Oktober sampai 30 Desember 2019.

Ketua DPC PPP Kabupaten Cianjur, Jimmy Perkasa, menjelaskan, sudah ada 7 nama yang sudah melakukan komunikasi intensif. Ketujuh nama tersebut, yakni Ade Barkah Surahman, Herman Suherman, Deni Firdaus Suryaningrat, Fairuzillah, Brigjen (Purn) Anang Prananto, Hendang, dan Mayjen (Purn) Tatang Jaenudin.

“Memang sudah ada 7 orang yang sudah menjalin komunikasi dengan kami, tapi yang sudah mengambil formulir pendaftaran, yakni Brigjen Anang Prananto dan Deni Firdaus Suryaningrat,” ujar Jimmy kepada wartawan, Selasa (29 Oktober 2019).

Menurut Jimmy, kebijakan penjaringan ini untuk menentukan pemimpin Kabupaten Cianjur yang punya visi ke depan. Hal ini bisa dibedakan dari visi dan misi setiap calon.

“Kami membutuhkan calon pemimpin yang siap bekerja menyejahterakan rakyat melalui syiar, bukan calon pemimpin yang hanya menebar janji-janji seperti syair,” kata Jimmy.

Soal syiar dan syair ini menjadi narasi penting bagi PPP. Sebab, dikatakan Jimmy, bagi PPP yang dibutuhkan ke depan adalah kepala daerah yang bekerja merealisasikan kesejahteraan rakyat, bukan yang hanya menebar janji-janji politik.

“Jadi lebih penting pemimpin yang siap melakukan syiar, bukan mengumandangkan syair ke mana-mana,” tegas Jimmy.

Sementara itu, Ketua Desk Pilkada DPC PPP Kabupaten Cianjur, Tedi Tresna Putra, menjelaskan, untuk penjaringan bakal calon ini, para pendaftar akan diberi kesempatan menyampaikan visi dan misi dalam forum ‘Ngobrol Pintar Bersama Orang-orang Terpilih’ yang akan digelar setiap akhir pekan di Kantor DPC PPP Kabupaten Cianjur.

“Setiap bakal calon yang mengembalikan formulir akan diminta menyampaikan visi dan misi dalam forum diskusi tersebut,” kata Tedi.

Menurut Tedi, setelah terjaring nama-nama bakal calon, selanjutnya akan diserahkan ke DPW PPP Jawa Barat dan DPP PPP. “Rekomendasi dari DPW dan DPP itu yang kemudian akan dijadikan keputusan DPC,” tutur Tedi.

Tedi menyebutkan bahwa PPP belum melakukan komunikasi soal koalisi dengan parpol mana pun. “Koalisi dilakukan setelah kami mendapatkan calon yang akan diusung atau didukung,” ujar Tedi. (daz)

Comments

comments