Diperingati di Dua Tempat Berbeda, Plt Bupati Merasa Ada HSN Tandingan

0
63

CIANJUR, patas.id – Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Cianjur ikut memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional 2019. Berbagai kegiatan digelar dalam acara yang bertajuk Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia di Alun-alun Cianjur, Selasa (22 Oktober 2019). Selain di Alun-alun, peringatan HSN 2019 juga digelar di Lapangan Brimob seberang Istana Cipanas.

Ketua Panitia Hari Santri Nasional 2019 Kabupaten Cianjur, Pipin S Arifin, mengatakan, peringatan HSN 2019 itu merupakan kerja bareng Pemkab Cianjur dengan seluruh ormas Islam dan ponpes di wilayah itu.

“Terdapat sekitar 20 ribuan santri dan santriwati yang mengikuti kegiatan yang diawali dengan upacara dilanjutkan dengan pawai mengitari sejumlah ruas jalan di dalam kota Cianjur,” kata Pipin kepada wartawan, Selasa (22 Oktober 2019).

Selain menggelar upacara dan pawai santri, lanjut Pipin, dalam HSN 2019 itu juga panitia menggelar sejumlah lomba, di antaranya lomba membaca kitab, lomba marawis dan hadroh, lomba kaligrafi, dan lomba syahril Quran.

“Nilai yang bisa diraih dari HSN adalah membangkitkan kembali semangat jihad santri dengan 3 resolusi jihad, yakni membela tanah air itu wajib, orang yang meninggal saat membela tanah air saat membela tanah air maka syahid, dan org yang membelot pada penjajah wajib dihukum mati,” jelasnya.

Pipin menegaskan, santri NKRI wajib bela tanah air dalam kondisi apapun dan siapapun pemimpinnya. Serta mampu merawat, menjaga, dan mengawal keberlangsungan negara.

“Karena santri adalah yang berjuang melawan penjajahan jauh sebelum Polisi dan TNI ada, yang terdepan adalah santri. Hanya dengan senjata bambu runcing. Sehingga wajib bagi santri

merawat dan menjaga NKRI, salah satunya degan belajar yang baik dan tuntas jadilah ajengan dan kyiai-kyai yang menjadi pakunya negara untuk memperkokoh negara,” tandasnya.

Selain dipusatkan di Alun-alun Cianjur, peringatan HSN 2019 juga digelar di Cipanas oleh elemen yang berbeda. Plt Bupati Cianjur menyayangkan adanya dua kegiatan yang sama di tempat yang berbeda.

“Harusnya disatukan saja bareng-bareng di sini, tak perlu ada kegiatan yang sama di tempat berbeda. Kesannya ada kegiatan tandingan,” kata Herman.

Melihat antusiasme peserta dalam peringatan HSN 2019, Herman mengaku salut sekaligus terharu. “Ribuan santri datang, mereka tidak diundang secara resmi, tapi tergerak untuk ikut berpartisipasi. Sungguh menakjubkan,” tutur Herman. (daz)

Comments

comments