Koalisi 7 Partai Non-Parlemen Punya Modal 151 Ribu Suara untuk Pilkada 2020

0
59

CIANJUR, patas.id – Partai politik non-parlemen di Kabupaten Cianjur, menggalang kekuatan menghadapi Pilkada 2020. Dengan modal perolehan sebanyak 151 ribu suara gabungan dari tujuh parpol yang gagal melenggang ke parlemen, mereka mengklaim memiliki nilai daya tawar.

“Betul, pada Pileg 2019, kami yang merupakan gabungan tujuh parpol belum ditakdirkan mendapat kursi di DPRD. Tapi bukan berarti kami tidak bisa berkontribusi bagi Cianjur,” kata juru bicara Sekber Koalisi Parpol Non-Parlemen, Beni Rustandi, saat berdiskusi pada kegiatan Sawala Politika yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cianjur, Rabu (16 Oktober 2019).

Sekber Koalisi Parpol Non-Parlemen terdiri dari Partai Hanura, Perindo, PSI, Berkarya, PBB, Garuda, dan PKPI. Jika berhitung perolehan suara, kata Beni, pada Pileg 2019, koalisi parpol non-parlemen berada pada urutan ketiga setelah Partai Gerindra dan Golkar.

“Kegagalan kami pada Pileg 2019 tentu harus jadi motivasi. Ini harus jadi tenaga buat kami. Kami yakin, meskipun tak punya kursi di parlemen, tetapi kami bisa berperan,” jelasnya.

Menurut Beni, safari politik pun terus dilakukan. Koalisi parpol non-parlemen sudah mulai intensif bersilaturahmi dengan sejumlah parpol maupun bakal calon.

“Kami menyebut ini bagian dari ikhtiar politik. Silaturahmi dengan bakal calon sudah kami lakukan, termasuk dengan parpol,” ungkap Beni.

Soal figur ideal, jelas Beni, sampai saat ini parpol non-parlemen masih melakukan pendalaman. Artinya, hingga saat ini belum ada figur calon pemimpin seperti apa yang nanti akan didukung.

“Untuk mengusung, kami belum bisa. Kami hanya bisa mendukung. Tapi apapun itu, visi kami hanya ingin Kabupaten Cianjur lebih baik ke depan,” tandasnya.

Ketua DPD PSI Kabupaten Cianjur, Deni Muhammad Nurjaya, menambahkan meskipun pada Pemilu 2019 terjadi polarisasi politik, tetapi di Kabupaten Cianjur menghadapi Pilkada 2020 nanti, sebanyak tujuh parpol non-parlemen memiliki satu kesamaan visi. Tujuannya, mereka ingin berkontribusi bagi pembangunan di Cianjur.

“Kami memahami, ini adalah mandat dari rakyat. Dengan perolehan suara sah gabungan sebanyak hampir 151 ribu pada Pileg 2019, ini jadi modal bagi kami,” kata Deni.

Ketua PWI Kabupaten Cianjur, Mokhamad Ikhsan, mengatakan, Sawala Politika merupakan sebuah forum diskusi terbuka yang digagas PWI menjelang Pilkada 2020. Mengawali kegiatan, PWI mengundang para pengurus parpol non-parlemen.

“Tujuan Sawala Politika ini didasari bahwa media sebetulnya bisa memiliki peran besar menghadapi Pilkada. Nah, kami coba akomodir dengan membuka ruang diskusi. Ini kegiatan berkelanjutan. Tidak hanya parpol non-parlemen saja yang kami undang, tapi juga parpol yang ada di parlemen, penyelenggara, bakal calon, dan elemen terkait lain,” pungkasnya. (daz)

Comments

comments