Keluarga Alis Akan Menyurati Raja Salman

0
480

CIANJUR, patas.id – Selpi Lusniawati (27 tahun) menuntut janji pihak KBRI yang akan membantu memulangkan ibunya, Alis Juariah binti Rukma, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Muhara RT 02/RW 10 Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, yang hilang kontak selama 21 tahun. Pasalnya, pihak KBRI berjanji akan memulangkan Alis dengan kurun waktu 25 hari terhitung sejak KBRI menghubungi majikannya Saed Aljahrani yang berada di kota Riyad Saudi Arabia sesuai surat yang diterimanya pada tanggal 29 Agustus 2019.

Menurut Selpi, janji tersebut sudah hampir 2 bulan belum ada keterangan resmi dari pihak KBRI atau instansi terkait atas kepulangan Alis Juariah. “Saya dan keluarga terus berharap setiap hari agar ibu saya pulang ke kampung halaman,” ujar Selpi kepada wartawan, Selasa (15 Oktober 2019).

Selpi mengaku, setelah menerima surat dari Kementerian Luar Negeri dan BNP2TKI ibunya pernah menghubungi melalui nomor telepon majikannya yang diduga di bawah tekanan. “Pernah malam-malam nelepon pakai nomor majikan, tapi herannya minta ke saya tuntutan dicabut,” akunya.

Dia mengatakan, jika betul ibunya itu tidak mau pulang dan baik -baik saja keadaannya, kenapa komunikasi susah dan menggunakan nomor majikannya. Hal itu menjadi pertanyaan besar untuk keluarga. “Jadi tanda tanya, ini jangan-jangan permainan majikan,” katanya.

Selpi mengungkapkan, setiap hari dia merindukan kepulangan ibunya ke tanah air. Bahkan, lanjut dia, pihaknya berencana akan mengirim surat langsung ke Raja Salman agar ibunya secepatnya dipulangkan. “Saya akan membuat surat ke Raja Salman, mudah-mudahan didengar,” ungkap dia penuh harap.

Ketua DPC Astakira Pembaharuan Kabupaten Cianjur, Ali Hildan, mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan petugas KBRI yang ada di Arab Saudi, namun belum juga mendapatkan keterangan resmi atas kepulangan Alis Juariah. “Kami selaku kuasa terus koordinasi dengan petugas KBRI, tapi jawabannya masih dalm proses,” ujar Ali.

Ali menegaskan, kalau melihat surat yang diterima keluarga PMI, pihak KBRI memang menjanjikan akan memulangkan Alis dalam kurun waktu 25 hari terhitung sejak petugas KBRI menghubungi majikannya. “Sekarang sudah hampir 2 bulan lebih belum ada perkembangan,” bebernya.

Terkait video Alis meminta tuntutan anak kandungnya untuk dicabut ke KBRI, kata Ali, pihaknya menduga itu di bawah tekanan majikan. Lantaran di dalam isi video yang dikirim dari nomor majikan ke anak kandungnya itu terlihat dari ekpresi wajah. “Jadi isi video itu kelihatan ada yang menekan,” ucap Ali.

Ali berharap, pemerintah melalui instansi terkait betul-betul menindaklanjuti kepulangan Alis Juariah ke tanah air. Agar kekhawatiran keluarga PMI tersebut cepat terjawab.

“Kami berharap pemerintah agar betul-betul memprioritaskan perlidungan WNI dan Alis Juariah cepat dipulangkan,” tegasnya. (daz)

Comments

comments