Perumdam Akan Panggil PT Chlorin Inti sebagai Rekanan Pemasok Gas Bocor

0
47

CIANJUR, patas.id – Gara-gara tabung gas chlor di bak penampungan air milik Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti Kabupaten Cianjur bocor, belasan warga Kampung Ciajag 3 Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur, menderita keracunan. Namun, Direktur Utama Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Budi Karyawan, menyebutkan bahwa kebocoran tersebut tanggung jawab PT Chlorin Inti Jakarta sebagai rekanan yang memasok gas chlor.

“Kami hanya sebagai pengguna, sedangkan yang bertanggung jawab soal pasokan gas chlor serta tabungnya pihak rekanan dari PT Chlorin Inti Jakarta,” ujar Budi di Cianjur, Selasa (1 Oktober 2019).

Menurut Budi, kebocoran terjadi pada tabung yang sudah tidak terpakai. Apalagi, kata Budi, bak penampungan untuk pasokan air ke Perumahan Bumi Mas sudah lama tidak menggunakan gas chlor, tapi pakai kaporit.

“Itu tabung gas yang sudah tidak dipakai, disimpan (dititipkan) di gudang. Saya tidak tahu alasan tabung tersebut tidak ditarik lagi oleh pemasoknya,” kata Budi.

Untuk menuntaskan masalah ini, Budi mengaku akan memanggil pihak PT Chlorin Inti Jakarta sebagai rekanan. “Ya, kami akan panggil rekanan itu untuk mempertanggungjawabkan kasus ini. Jangan keenakan, kami yang jadi repot,” tutur Budi.

Ade, dari Bagian Umum PT Chlorin Inti Jakarta mengakui bahwa pihaknya yang menjadi rekanan pemasok gas chlor untuk Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur. Menurut Ade, pihaknya hanya memasok barang, sedangkan untuk penggunaannya diserahkan kepada pihak Perumdam.

“Kami hanya memasok barang, setelah itu tanggung jawab pihak pengguna. Masalah kondisi di lapangan kami tidak tahu, sebab saat serah terima barang kondisinya layak pakai,” ujar Ade melalui sambungan telepon, Selasa (1 Oktober 2019).

Ade telah menugaskan tim teknisi lapangan untuk melakukan pengecekan ke Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur. Saat ini, kata dia, tim sudah berangkat ke Cianjur.

“Tim sudah berangkat ke Cianjur untuk melakukan pengecekan kondisi di lapangan sehingga bakal ketahuan kebocoran tersebut salahnya di mana,” tandas Ade.

Sementara itu, belasan warga yang keracunan saat ini sudah diperbolehkan pulang dari Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur dan Klinik As-Siddiq Ciwalen. Kondisi mereka sudah membaik, walaupun masih lemas.

“Alhamdulilah, tidak ada ada yang dirawat, hanya diobservasi dan semua sudah pulang,” imbuh Budi. (daz)

Comments

comments