Lahan Eks Perkebunan PT Cikencreng Berpindah Tangan ke PT Menara Grup

0
50

CIANJUR, patas.id – Sebanyak 1.745 hektare lahan bekas perkebunan yang sebelumnya dikuasai PT Cikencreng di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, kini berpindah tangan ke PT Menara Group. Hal ini diperkuat dengan telah diterbitkannya Sertifikat Hak Pakai Nomor 001–018.

Agung Priyaguna, Bidang Advokasi dan Hubungan Masyarakat HGP PT Menara Group, menjelaskan bahwa ketegasan ini penting disampaikan untuk menyikapi dinamika yang terjadi di Desa Mekarmukti Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur. Sebab, sebelumnya sempat terjadi aksi-aksi penyerobotan lahan, pembuldoseran jalan dan lahan, pembangunan, penggunaan lahan, serta penanaman tanpa izin pemilik lahan HGP (Hak Guna Pakai).

Agung menegaskan bahwa PT Menara Group perlu menyampaikan beberapa poin penting mengenai kepemilikan lahan ini. Di antaranya, bahwa lahan HGU bekas PT Cikencreng saat ini sudah dikuasai oleh PT Menara Group dan telah memiliki Sertifikat Hak Pakai No. 001-018, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur dengan luas lahan 1.745 hektare.

”Berdasarkan sertifikat yang dikeluarkan BPN, hak guna pakai ini berlaku sampai 2043,” kata Agung melalui rilis yang diterima, belum lama ini.

Selain itu, kata Agung, PT Menara Group memperingatkan parapihak atau oknum yang masih membuat kegaduhan dan menciptakan iklim yang tidak kondusif di lahan, seperti mengajak pihak-pihak luar untuk masuk ke lahan, mengiming-iming akan diberi kepemilikan lahan, dan membuka lahan, menggunakan atau membangun bangunan, dan menanami lahan tanpa izin tertulis dari perusahaan.

“Kami tidak akan segan-segan mengambil tindakan hukum sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku,” kata Agung.

Agung menambahkan, pada dasarnya PT Menara Group terbuka untuk bekerja sama dengan pemerintah, masyarakat, dan atau pihak ketiga lainnya, dalam mengoptimalkan sumber daya lahan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan bersama, dengan menghormati hak milik atau hak pakai masing-masing yang dilindungi oleh negara dengan melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama secara elegan dan terhormat.

Agung memerinci, sejak 30 Agustus 2013 lahan HGU (Hak Guna Usah) eks PT Cikencreng seluas 1.968 Ha sudah dibeli oleh PT Menara Group sesuai dengan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) No. 35 antara PT Cikencreng dengan PT Menara Group dengan Notaris Silvia Abbas Sudrajat SH dan dikuatkan dengan Akta Pelepasan Hak Nomor 45 Notaris Silvia Abbas Sudrajat SH bahwa PT Cikencreng menyatakan secara tegas dan tidak dapat ditarik kembali MELEPASKAN HAK atas tanah dengan Sertifikat HGU Nomor 10/Padasuka seluas 19.683.860 m2 kepada PT Menara Group.

Kemudian, pada 11 Mei 2015, PT Menara Group kemudian melepaskan sebagian lahan HGU eks PT Cikencreng seluas 200 hektare dari total luas lahan 1.968 hektare sesuai Akta Notaris Nomor 399 Notaris Kusnadi SH MH MKn tentang Pernyataan Pelepasan Sebagian HGU Nomor 10/Padasuka.

“Berdasarkan Akta Pelepasan Nomor 399, lahan seluas 200 hektare tersebut dibagikan kepada petani penggarap melalui Program Reforma Agraria Kementerian Agraria dan Tata Ruang dan telah diserahkan sebanyak 395 sertifikat hak milik kepada petani penggarap atau masyarakat di sekitar lahan,” tutur Agung.

Rincian selanjutnya, pada 27 Juli 2018, setelah melewati proses bertahap dan berjenjang, PT Menara Group akhirnya memperoleh haknya yaitu Sertifikat Hak Pakai No 001-018, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur dengan total luas lahan 1.745 hektare dan hak pakai ini berlaku sampai tahun 2043.

Seiring dengan telah dikeluarkannya sertifikat Hak Pakai, imbuh Agung, pada tanggal 27 September 2018 PT Menara Group telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar lahan dan dihadiri oleh para tokoh masyarakat setempat, BPD dan Kepala Desa Mekarmukti, serta Muspika Kecamatan Cibinong. Dalam sosialisasi disampaikan program-program PT Menara Group dalam menjaga dan mengelola lahan sesuai dengan peruntukan yang diberikan yaitu hak guna pakai, cadangan pengganti kawasan hutan.

“Program penjagaan lahan yang dilakukan oleh PT Menara Group adalah pembangunan tugu batas, pemasangan plang kepemilikan lahan, dan penanaman pohon di keliling perbatasan lahan. Sedangkan program pengelolaan lahan yang dilakukan adalah pemeliharaan tanaman eksisting (teh, sereh, dan kayu),” tandas Agung. (daz/*)

Comments

comments