Tolong Polisi Terbakar, Pelajar SMK Pasundan Dapat Penghargaan Kapolres

0
4280

CIANJUR, patas.id – Mohammad Ridwan Suryana, 18 tahun, siswa Kelas XII Jurusan Akuntansi di SMK Pasundan Cianjur, akan mendapatkan penghargaan dari pihak kepolisian. Foto siswa yang sedang magang di Kantor Staf Wakil Bupati Cianjur itu viral karena menolong Aiptu Erwin Yudha yang terbakar saat mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Komplek Kantor Pemerintah Kabupaten Cianjur, Kamis (15 Agustus 2019) lalu.

Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah, mengaku terharu sekaligus mengapresiasi usaha yang dilakukan pelajar bernama Mohammad Ridwan Suryana menolong anak buahnya. Menurut Soliyah, pihaknya akan memberikan penghargaan sebagai bentuk terima kasih atas usaha mulia yang dilakukan pelajar tersebut.

“Kami akan memberikan reward sebagai bentuk terima kasih kepada pelajar yang menolong anak buah saya saat mengawal aksi yang berbuntut ricuh itu,” ujar Soliyah kepada wartawan di Markas Polres Cianjur, Jumat (16 Agustus 2019).

Sementara itu, Ridwan mengaku spontanitas menolong polisi tersebut. Saat peristiwa itu terjadi, kata Ridwan, dia sedang beristirahat.

“Saat itu jam 11.30 WIB, jam istirahat. Saya beli jajan, kebetulan lihat ada demo mahasiswa di depan gerbang Pendopo. Saya enggak berani mendekat karena takut ada apa-apa. Tidak lama, enggak tahu jam berapa, tiba-tiba ada huru-hara begitu,” cerita Ridwan.

Saat itu, Ridwan melihat langsung seseorang berlari dengan kondisi tubuh terbakar. Ia tidak berani mendekat karena situasinya sangat mengerikan. Setelah api dipadamkan, sosok tubuh terbakar itu terbaring di tepian jalan.

“Saya enggak ikut memadamkan api karena ngeri. Setelah api padam, korban itu terbaring sendirian di trotoar. Saya beranikan diri mendekat kasih minuman. Saat itu korban teriak-teriak sambil kejang, saya tenangin dan kepalanya itu saya sandarkan ke tangan,” tutur Ridwan.

Pelajar yang berdomisili di Kampung Jangari Kidul, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, itu hanya bisa berteriak-teriak meminta pertolongan. Setelah itu, baru beberapa anggota kepolisian dan Satuan Pamongpraja Kabupaten Cianjur mendekat.

“Mereka kemudian menyetop angkutan umum untuk membawa korban ke rumah sakit. Saya juga ikut menggotong tubuh korban yang setengah tak sadarkan diri itu,” kata Ridwan.

Ridwan mengaku sebelumnya tak mengenal polisi yang terbakar itu. Dia melakukan pertolongan karena kasihan serta tak ada orang lain yang menolong.

“Saya baru tahu nama beliau Bapak Aiptu Erwin setelah ramai di pemberitaan. Saya menolong beliau karena terkapar sendirian dalam kondisi parah. Mungkin yang lain sedang panik, jadi tak ada yang sempat memberi pertolongan,” tutur Ridwan. (daz)

Comments

comments