KAHMI dan GMNI Minta Mahasiswa tak Bersalah Segera Dilepaskan

0
663

CIANJUR, patas.id – Majelis Daerah Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (KAHMI) Kabupaten Cianjur mendukung pihak kepolisian untuk mengusut oknum atau provokator yang menyiramkan bensin pada aksi mahasiswa yang mengakibatkan 3 polisi terbakar, Kamis (15 Agustus 2019). Namun, KAHMI meminta prosesnya harus dilakukan secara objektif, prosedural, dan profesional, dengan tetap menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah.

Ketua MD KAHMI Kabupaten Cianjur, Firman Mulyadi, menjelaskan, pihaknya akan memberikan pendampingan hukum dan pembinaan terhadap 3 anggota HMI yang diamankan pihak kepolisian.

“Kami menyakini ketiga kader tersebut tidak terlibat langsung dengan penyiraman bahan bakar yang mengakibatkan ada insiden terbakarnya 3 orang anggota kepolisian,” ujar Firman di Cianjur, Jumat (16 Agustus 2019).

Firman menambahkan, pihaknya juga meminta kepolisian memberikan pembinaan atau teguran pada oknum aparat yang melakukan tindak kekerasan pada mahasiswa peserta aksi dan menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah.

“Kami memohon seluruh pihak menahan diri untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang berpotensi memanaskan suasana sambil bersabar menunggu hasil yang disampaikan aparat penegak hukum,” tutur Firman.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Barat, Wahyu Khanoris, mengecam aksi yang berbuntut anarkis tersebit. Untuk itu, dia meminta pihak kepolisian segera menuntaskan kasus tersebut sekaligus melepas mahasiswa yang tidak bersalah.

“Kami meminta kepolisian segera menindak para pelaku aksi rusuh itu. Silakan mereka tindak sesuai prosedur hukum, tapi segera lepaskan mereka yang tidak bersalah,” kata Wahyu.

Menurut Wahyu, ada 9 orang kader GMNI yang ditangkap dan sampai saat ini masih ditahan di Markas Kepolisian Resor Cianjur. “Empat orang ditangkap di lokasi kejadian, lima orang lagi ditangkap dari rumah masing-masing,” ujar Wahyu.

Wahyu juga mengaku akan membuat laporan terkait pembakaran Kantor Sekretariat DPC GMNI Kabupaten Cianjur di Jalan Pangeran Hidayatullah, Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jumat (16 Agustus 2019) sekitar pukul 01.00 WIB. Pembakaran yang dilakukan orang tak dikenal itu mengakibatkan jendela ruangan sekretariat rusak dan satu unit komputer terbakar.

“Kami tidak tahu apakah pembakaran sekretariat ini buntut dari insiden aksi atau bukan. Kami tak akan menuding atau menduga-duga, tapi kami akan melaporkannya ke polisi,” tandas Wahyu. (daz)

Comments

comments