Awas, Jawa Barat Paling Tinggi Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba

0
49

CIANJUR, patas.id – Kepala Badan Narkotika Nasional RI, Komjen Heru Winarko, mengklaim Jawa Barat merupakan wilayah paling tinggi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Tingkat prevalensinya rata-rata di kisaran 3 persen sampai 5 persen dengan mayoritas merupakan kalangan generasi muda.

“Jawa Barat jadi fokus kami karena hasil penelitian prevalensinya paling tinggi (di Indonesia), terutama kalangan remaja di kisaran 3 hingga 5 persen. Ini sangat berbahaya,” kata Heru Winarko, usai menghadiri Deklarasi Serentak Desa Bersih Narkoba (Bersinar) 360 desa dan kelurahan di Gedung Assakinah, Kabupaten Cianjur, Selasa (13 Agustus 2019).

Menurut Heru, ada banyak faktor penyebab tingginya prevalensi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Jawa Barat. Selain populasi, juga dipicu banyaknya akses infrastruktur yang terintegrasi ke pelabuhan-pelabuhan laut.

“Jabar relatif cukup dekat juga ke pelabuhan, seperti di Cirebon, di Sukabumi juga. Perairan-perairan dan transportasi laut itu cukup memudahkan. Belum lagi ditambah jumlah penduduk di Jawa Barat yang cukup banyak. Hampir 20 persen penduduk di Indonesia itu tinggal di Jawa Barat,” beber Heru.

Adanya deklarasi Desa Bersinar di setiap kota dan kabupaten, kata Heru, diharapkan bisa menjadi upaya menekan tingkat prevalensi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Jawa Barat. Upaya memberantas peredaran narkoba dimulai dari wilayah perdesaan.

“Pada program Desa Bersinar ini ada keterlibatan peran kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan elemen masyarakat lain untuk menekan penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Kita benahi dulu dari desa, kemudian kita bersihkan semua. Masyarakat bisa ikut berpartisipasi bahu-membahu,” jelasnya.

Heru pun mengimbau masyarakat bisa berperan menangkap tangan pelaku pengedar maupun penyalahguna narkoba. Sehingga, tingkat prevalensi peredaran dan penyalahgunaan narkoba, utamanya di Jawa Barat bisa ditekan hingga di bawah 2 persen.

“Standard tingkat prevalensi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di dunia itu di bawah 2 persen. Kalau sudah lebih dari 3 persen, penanganannya harus ekstra,” tandasnya.

Plh Sekretaris Daerah Jawa Barat, Daud Achmad, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Cianjur yang telah mendeklarasikan Desa dan Kelurahan Bersinar. Langkah tersebut dinilai Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi sebuah terobosan besar mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Cianjur pada khususnya dan di Jawa Barat pada umumnya.

“Memerangi narkoba butuh komitmen dari semua komponen masyarakat. Narkoba merupakan kejahatan terorganisasi dan kejahatan luar biasa. Kalau tak ditangani, narkoba akan terus menggerogoti bangsa dan generasi penerus karena menjadi ancaman terbesar,” tegasnya.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, menambahkan, deklarasi Desa dan Kelurahan Bersinar merupakan komitmen dari awal agar masyarakat Kabupaten Cianjur harus terbebas dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Dideklarasikannya Desa dan Kelurahan Bersinar itu sendiri terinisiasi dari pengungkapan kasus penyelundupan ganja dalam jumlah besar beberapa waktu lalu di Kecamatan Pacet.

“Dari sana kami memikirkan agar seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Cianjur harus bersih dari narkoba. Ini juga sinergis dengan program BNN Kabupaten Cianjur,” terang Herman.

Herman menambahkan, dalam waktu dekat Kabupaten Cianjur akan menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak. Salah satu syarat calon kepala desa harus bebas narkoba.

“Pada pelaksanaan pilkades mendatang, para calon kades harus dites narkoba. Kalau positif, langsung dicoret,” tutur Herman. (daz)

Comments

comments