Irigasi Cikondang Mulai Dipasangi Bronjong

0
45

CIANJUR, patas.id – Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, bersama warga di Kecamatan Cibeber bergotong-royong memasang bronjong di saluran irigasi Sungai Cikondang, Senin (29 Juli 2019). Upaya itu dilakukan sebagai penanggulangan sementara untuk pengairan ke areal pesawahan pasca jebolnya irigasi tersebut.

Herman mengatakan, sebelum pihak Pemprov Jabar menanggulangi jebolnya Irigasi Cikondang, pihak pemkab bersama warga berupaya bergotong-royong untuk membuat bronjong agar ada air yang kembali mengalir ke saluran irigasi Cikondang, Kecamatan Cibeber.

“Kami berupaya sebelum ada pembangunan bendung permanen bergotong-royong dengan warga. Sebab, kebutuhan air untuk pertanian sudah darurat,” kata dia usai pemasangan bronjong bersama warga, Senin (29 Juli 2019).

Dia menyebutkan, jebolnya irigasi Sungai Cikondang menyebabkan 1.007 hektare areal pesawahan tidak produktif. Bukan itu saja, di wilayah Cibeber ini juga kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

“Makanya kami berupaya memberikan bantuan pemasangan bronjong dan bantuan air bersih melalui Perumdam,” ungkapnya.

Herman berharap, pemasangan bronjong sebagai penanganan darurat ini bisa bermanfaat. Warga maupun petani tidak lagi kesulitan air. “Semoga sebulan ke depan bendung darurat buatan warga bisa membelikan air,” katanya.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Doddi Permadi, menuturkan, laporan yang sudah diterima sebanyak 14 kecamatan yang terdampak kekeringan. Mulai dari kesulitan untuk air bersih, perkebunan, dan pertanian.

“Permasalahannya kekeringan pesawahan dan air sumur, yang paling parah Cibeber. Sejak terjadi bencana sudah buat sodetan, volume memang jauh dari mencukupi,” kata dia.

Sebenarnya, kata Dodi, penanganan daerah aliran sungai (DAS) Cikondang merupakan kewenangan Pemprov Jabar. Namun karena ini darurat, Pemkab Cianjur berupaya membuat bendungan sementara untuk pengairan ke areal pesawahan.

“Sudah dimulai beberapa waktu lalu warga dengan camat dan BPBD membuat perencanaan air agar masuk ke saluran irigasi dengan bronjong,” kata dia.

Camat Cibeber, Ali Akbar, mengatakan, pihaknya mulai melaksanakan pemasangan bronjong setelah membuat sodetan di Sungai Cikondang. “Kami berupaya memanfaatkan aliran sungai yang ada sehingga diharapkan petani di sembilan desa terdampak kekeringan awal musim tanam nanti mulai bisa beraktivitas lagi di sawah,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, selain secara manual pemasangan bronjong dan pembuatan jalur air juga dengan menggunakan alat berat dari balai karantina. “Mulai besok ada penjadwalan lagi, kegiatan pembuatan sodetan akan dibiayai oleh biaya tak terduga, karena warga kami lebih dari 30 persen sudah merasakan dampak kekeringan. Tak menutup kemungkinan juga ada partisipasi dana dari warga,” bebernya. (daz)

Comments

comments