Diduga Mencemari Sumur, Warga Minta SPBU Ciherang Ditutup

0
141

CIANJUR, patas.id – Puluhan warga dan masiswa menggelar aksi demo di halaman Pendopo Kabupaten Cianjur, Selasa (23 Juli 2019). Mereka meminta penjelasan dari Pemerintah Kabupaten Cianjur terkait pencemaran sumur milik warga di Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, yang diduga akibat bocornya SPBU di Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.

Massa aksi berkumpul sejak pagi di depan Pendopo Kabupaten Cianjur. Selain berorasi dan meneriakkan yel-yel, pengunjuk rasa membentangkan karton bertuliskan ‘Tutup SPBU Ciherang’.

Aksi puluhan warga dan mahasiswa itu berlangsung damai. Beberapa anggota kepolisian dan TNI terlihat mengawal jalannya aksi.

Deri (38 tahun) salah seorang peserta aksi asal Kampung Panyaweuyan, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, mengaku ikut serta pada aksi tersebut lantaran kesal selama dua hingga tiga bulan terakhir sumur miliknya kotor dan berbau. Menurut dia, hingga saat ini belum ada penanganan secara serius dari pemerintah.

“Kalau warga inginnya air sumur kembali bersih seperti dulu. Kalau memang ada unsur pencemaran harus diusut sampai tuntas,” kata dia.

Deri menambahkan, akibat pencemaran tersebut, air sumur milik warga tidak dapat dikonsumsi. “Air sumur milik warga kotor, seperti ada campuran minyak. Diduga ada kebocoran dari SPBU Ciherang,” tuturnya.

Untuk kebutuhan sehari-hari, diungkapkan Deri, warga hanya mengandalkan suplai air bantuan dan itupun sangat terbatas. “Untuk kebutuhan sehari-hari kami mengandalkan air dari bantuan dan bagi kami itu bukan solusi,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Atap Kabupaten Cianjur, Didin Rosidin, mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti permasalahan tersebut, dengan catatan harus ada surat pernyataan tertulis dari warga yang menjadi korban pencemaran.

“Dalam minggu ini surat pernyataan dari warga akan kami koordinasikan dengan para pejabat di Pemkab Cianjur,” katanya.

Menurut Didin, sumur milik warga tidak boleh ada yang tercemar, karena warga tidak akan sehat jika air yang dikonsumsinya tercemar.

“Di sini saya bicara normatif, kita harus mengetahui dulu apa penyebab pencemaran itu, dan harus hasil kajian para ahli. Jika memang benar hasil kajian menyimpulkan bahwa pencemaran itu dampak dari SPBU, gampang tinggal tutup aja SPBU-nya,” pungkasnya. (daz)

Comments

comments