Bendungan Jebol Dibiarkan, Ribuan Petani Cibeber Terancam Nganggur

0
40

CIANJUR, patas.id – Ribuan petani di wilayah Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, terancam tak bisa menanam padi pada musim tanam kali ini. Pasalnya, sawah milik mereka kering kerontang akibat musim kemarau yang diprediksi masih panjang ditambah kondisi irigasi yang kering gara-gara bendungan Sungai Cikondang jebol.

Saat ini para petani di wilayah tersebut sedang memanen padi, kendati hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

“Biasanya bisa dapat 8 ton per hektare, tapi sekarang paling 4-5 ton, hampir 50 persen turunnya. Soalnya sejak dua bulan lebih sawah sudah tak dapat air karena irigasi jebol dan sekarang kemarau,” kata Ajun (60 tahun), petani asal Kampung Gudang, Desa Cihaur, Kecamatan Cibeber.

Dengan kondisi kekeringan seperti sekarang, lanjut dia, petani tidak bisa berbuat apa-apa di musim tanam berikutnya.

“Rencananya setelah panen ini mau coba ke palawija, seperti kacang kedelai, tapi lihat kondisi seperti sekarang ini tidak ada air sama sekali, percuma saja jadinya, ya sudah dibiarkan saja dulu,” sahut Imas (52 tahun), petani lainnya.

Petani berharap, pemerintah secepatnya memperbaiki bendungan irigasi Sungai Cikondang yang jebol sejak Januari lalu agar lahan persawahan bisa kembali mendapatkan suplai air.

“Selama itu belum diperbaiki, sawah pasti sulit dapat air, tidak bisa cuma mengandalkan hujan karena belum tahu juga hujan turun lagi kapan di sini, sekarang saja sudah kering di mana-mana,” ungkap Engkos Kosasih (57 tahun), petani asal Desa Cimanggu, Kecamatan Cibeber.

Sementara, Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air Daerah Irigasi Susukan Gede Kecamatan Cibeber, Rahmat Fauzi, menyebutkan, ada 1.007 hektare sawah yang tersebar di sembilan desa yang terdampak kekeringan saat ini.

“Untungnya banyak yang sudah masuk masa panen. Namun, jika kondisinya terus seperti ini, musim tanam berikutnya bisa-bisa menganggur semua, petani tidak bisa tanam apapun, apalagi padi,” tutur dia.

Rahmat menyebut, ada 3.650 petani yang selama ini menggantungkan pasokan air untuk mengairi lahan pesawahan mereka dari jaringan irigasi Sungai Cikondang tersebut.

“Sejak jebol praktis pengairan sawah tergantung pada hujan. Namun, sekarang sudah kemarau dan sawah-sawah sudah tak lagi mendapatkan air,” ujar dia.

Camat Cibeber, Ali Akbar, menyebutkan, perbaikan bendungan irigasi Sungai Cikondang yang rusak pada Januari lalu itu baru akan dimulai pada 2021.

“Informasinya sudah masuk anggaran dan sedang dalam tahap perencanaan, nilainya sekitar Rp10-15 miliar. Namun, akan mulai dikerjakan oleh pihak PUPR Jawa Barat di 2021 mendatang,” sebut Ali.

Menurutnya, kondisi irigasi rusak sangat berdampak ke sektor pertanian karena hampir semua lahan sawah di wilayah Cibeber mengandalkan pasokan air dari saluran irigasi peninggalan zaman Belanda itu.

“Terlebih sekarang sudah masuk musim kemarau. Karena itu, kami saat ini tengah mengerjakan pembuatan sodetan untuk mengatur mengalirkan air sungai ini ke sawah-sawah,” ungkap dia. (daz)

Comments

comments