Ahli Waris 12 Petugas TPS yang Meninggal Dunia Menerima Santunan

0
71

CIANJUR, patas.id – Sebanyak 12 petugas KPPS dan Pengawas TPS Pemilu 2019 di Kabupaten Cianjur yang meninggal dunia mendapatkan santunan dari Pemerintah Kabupaten Cianjur. Santunan yang diserahkan di Pendopo Kabupaten Cianjur, Senin (29 April 2019), diterima 12 keluarga ahli waris.

Keduabelas petugas yang meninggal dunia di Kabupaten Cianjur adalah Somantri (45 tahun), petugas TPS 01 Desa Kertajadi Kecamatan Cidaun, Entis Sutisna (60 tahun) TPS 13 Desa Hegarmanah Kecamatan Karangtengah, Apan (49 tahun) TPS 10 Desa Gudang Kecamatan Cikalongkulon, Hadiat (65 tahun) TPS 10 Desa Cibulakan Kecamatan Cugenang, Sutaryat (56 tahun) TPS 08 Desa Margasari Kecamatan Naringgul, Hamim Hardiansyah (47 tahun) TPS 31 Kelurahan Pamoyanan Kecamatan Cianjur, Enjang (48 tahun) TPS 15 Desa Sukamulya Kecamatan Warungkondang, Mahpud Effendi (73 tahun) PAM TPS 18 Desa Rancagoong Kecamatan Cilaku, Anne Liane (22 tahun) TPS 28 Desa Cimacan Kecamatan Cipanas, Cepy Cahyadi (43 tahun) Pengawas TPS 01 Desa Pagermaneuh Kecamatan Tanggeung, Dina Wahdina Anwar (48 tahun) Ketua TPS 01 Desa Bunijaya Kecamatan Pagelaran, dan Surahman (51 tahun) TPS 03 Desa Pasirbaru Kecamatan Pagelaran.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan, santunan ini diserahkan sebagai pernyataan belasungkawa kepada para petugas yang gugur saat melaksanakan tugas pemilu.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya bagi almarhum-almarhumah serta keluarga yang ditinggalkannya,” tutur Herman kepada wartawan di Pendopo Kabupaten Cianjur, Senin (29 April 2019).

Menurut Herman, mereka yang gugur telah menunaikan tugas dengan baik. Mereka rata-rata kelelahan dan sempat mendapatkan perawatan. “Semua biaya perawatan di rumah sakit milik pemerintah, baik di RSU Cimacan, RSU Pagelaran, maupun RSUD Cianjur, digratiskan,” kata Herman.

Herman tidak memerinci nilai yang diberikan kepada setiap penerima santunan. “Tidak etis membicarakan nilai santunan yang diberikan. Pokoknya kami menyampaikan santunan ini sebagai bentuk perhatian dan tanggung jawab pemerintah,” ujar dia.

Komisioner Divisi Sosialisasi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cianjur, Rustiman, menjelaskan, sampai saat ini masih ada petugas yang sakit akibat kelelahan. Para petugas yang sakit tersebut masih dirawat di rumah sakit, puskesmas, dan rumah masing-masing.

“Berdasarkan laporan sementara ada 89 petugas yang sakit. Bahkan, Ketua KPU Kabupaten Cianjur, pun kondisinya sedang sakit saat ini,” tutur Rustiman.

Rustiman mengakui santunan yang diberikan tidak langsung dari KPU, tetapi melalui pemerintah setempat. “KPU RI pun mengalokasikan santunan tersebut melalui Kementrian Keuangan dan KPU Jawa Barat melalui Pemprov Jawa Barat,” kata Rustiman.

Hingga saat ini petugas pemilu di Kabupaten Cianjur masih menggelar pleno rekapitulasi perolehan suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan. Dari 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur, pleno baru selesai di beberapa kecamatan, sedangkan di beberapa kecamatan lain masih menggeber pleno supaya selesai sebelum 1 Mei 2019.

“Sebab, rencananya pleno rekapitulasi di tingkat kabupaten akan digelar pada 1 Mei 2019. Rencananya memang begitu,” ungkap Rustiman. (daz)

Comments

comments