Seekor Elang Brontok Nyangkut di Kabel Listrik

0
69

CIANJUR, patas.id – Seekor elang berhasil diselamatkan setelah tersangkut di atas bentangan kabel listrik di Kampung Gunteng, Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Kamis (4 April 2019). Evakuasi satwa dilindungi itu sendiri berlangsung cukup lama karena harus menunggu petugas dari PLN datang ke lokasi.

Muhammad Isqan, (40 tahun), menuturkan, saat ditemukan elang dalam kondisi menggelayut pada seutas tali yang melilit di kabel listrik di atas bangunan rumah warga.

“Khawatir tersengat aliran listrik dan menggangu jaringan, peristiwa tersebut dilaporkan oleh Ketua RT kepada petugas PLN,” kata Isqan kepada wartawan, Kamis (4 April 2019).

Menurut Isqan, petugas PLN yang datang ke lokasi kemudian memutuskan tali yang melilit kabel listrik tersebut, namun elang tidak terbang malah jatuh ke dahan pohon belimbing.

“Petugas PLN tidak berani mengevakuasi lebih lanjut, apalagi warga, takut karena ukuran elangnya cukup besar,” ucapnya.

Isqan pun kemudian berinisiatif mengunggah keberadaan elang tersebut di media sosial Instagram. Tidak berselang lama, sejumlah anggota polisi mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi.

Sebelum diamankan ke markas kepolisian terdekat, elang yang ditaksir berbobot 1,5 kilogram dengan tinggi kira-kira 50 centimeter itu sempat menjadi tontonan warga.

“Sepertinya elang peliharaan karena saat ditemukan ada tali di kakinya. Kondisinya pincang karena kaki sebelah kanan buntung, tapi sepertinya sudah lama karena tidak berdarah,” ungkap Hasanah (38 tahun), salah seorang warga setempat.

PPNS Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat Wilayah II Bogor, Sudrajat, mengatakan, pihaknya telah menerjunkan petugas untuk mengevakuasi elang tersebut.

“Saya sudah berkoordinasi dengan petugas di lapangan untuk terjun ke lokasi mengamankan. Informasi dari lapangan, elang sudah diamankan sementara di Mapolsek Karangtengah,” kata Sudrajat saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis 4 April 2019.

Sudrajat menyebutkan, dari laporan di lapangan dan dengan ciri-ciri yang ada, elang tersebut jenis brontok dan termasuk yang dilindungi.

“Setelah diamankan, langsung kita karantina untuk direhabilitasi di lembaga konservasi, termasuk dilakukan identifikasi karena informasinya kondisi elang tersebut sakit (kaki buntung),” tuturnya.

Jika hasil medis sudah selesai, sambung Sudrajat, pihaknya akan melakukan suaka elang, yakni mengembalikan elang tersebut ke habibat aslinya.

“Misal, jika elang tersebut ternyata berasal dari kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, otomatis akan kita lepas di sana. Namun untuk melepas kembali ke habibatnya membutuhkan waktu tidak sebentar,” ungkapnya. (daz)

Comments

comments