Sebelas Pemantau Siap Kawal Pemilu 2019

0
39

CIANJUR, patas.id – Sebanyak 11 pemantau Pemilu 2019 di Kabupaten Cianjur yang terakreditasi di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI siap melaksanakan pemantauan selama berlangsungnya pesta demokrasi.

Kesebelas pemantau itu yakni Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Pemuda Muslimin Indonesia, Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Indonesia, Komite Pencegahan Korupsi Jabar, dan Saka Adhyasta Pemilu. Para pemantau itu nantinya akan fokus kepada masing-masing isu.

“Keberadaan pemantau terbilang penting karena setiap temuan dugaan akan ditindaklanjuti. Pemantau merupakan subjek hukum yang berhak melaporkan ketika ada temuan dugaan pelanggaran,” ujar Koordinator Divisi Pengawasan, Humas, dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kabupaten Cianjur, Hadi Dzikri Nur, Jumat (29 Maret 2019).

Namun, Hadi menjelaskan, masih belum sinergisnya fokus pemantauan, diperlukan kejelasan spesifikasi fokus pemantauan dari masing-masing pemantau. Sehingga, pemantauan akan berjalan lebih efektif dan efisien.

“Misalnya pemantau yang fokus memantau dana kampanye, pemantau yang fokus pengawasan ASN, dan lainnya. Nah, ini yang belum terbangun. Dari kemarin-kemarin mereka sudah melakukan pemantauan. Hanya ada yang mis karena belum terjalin komunikasi yang baik,” jelasnya.

Hadi menuturkan, setiap pelaporan dari pemantau berkaitan dengan dugaan, akan ditindaklanjuti. Sehingga keberadaan pemantau bisa meningkatkan pengawasan partisipatif.

“Semakin banyak yang terlibat dalam pengawasan partisipatif, maka kualitas pemilu akan semakin baik,” tegasnya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Cianjur, Usep Agus Zawari, menambahkan, keberadaan pemantau pemilu diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Usep menganggap penting keberadaan Bawaslu sebagai salah satu stakeholder yang tak bisa dipisahkan.

“Ini adalah ikhtiar dan upaya bersama untuk menyukseskan pemilu. Tak terasa, Pemilu tinggal 20 hari lagi. Kita akan segera memasuki tahapan pemungutan dan penghitungan suara. Dengan sinergisnya pengawasan dan pemantauan, maka kita bersama-sama mewujudkan Pemilu berkualitas dan berintegritas,” tandas Usep. (daz)

Comments

comments