Cianjur Sudah Siaga Bencana!

0
65

CIANJUR, patas.id – Pemerintah Kabupaten Cianjur, sedang membahas pengalokasian anggaran kebencanaan menyusul tingginya intensitas curah hujan yang bakal berdampak meningkatnya potensi bencana. Saat ini Pemkab Cianjur sudah menetapkan status siaga bencana longsor dan banjir.

“Sudah. Anggaran sedang dibahas dengan Dewan,” kata Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, kepada wartawan, Rabu (21 November 2018).

Herman tak mengetahui detail besaran anggaran kebencanaan yang diajukan pada APDB 2019 Kabupaten Cianjur. Namun pada prinsipnya anggaran tersebut proporsional dengan kebutuhan.

“Status siaga bencana juga sudah ditetapkan,” tegasnya.

Penetapan status siaga banjir dan longsor di Kabupaten Cianjur diberlakukan mulai 1 November 2018 hingga 31 Mei 2019. Pekan lalu sembilan kecamatan diterjang bencana saat hujan deras. Sembilan wilayah yang diterjang bencana hidrometeorologi terdiri dari Kecamatan Leles, Agrabinta, Bojongpicung, Cipanas, Sukaresmi, Cikalongkulon, Naringgul, Cikadu, dan Cijati.

Di Kecamatan Leles, Agrabinta, Sukaresmi, Cikalongkulon, Cikadu, Naringgul, dan Cijati terjadi bencana banjir dan longsor. Di Kecamatan Bojongpicung terjadi bencana pergerakan tanah, dan di Kecamatan Cipanas terjadi angin puting beliung.

“Kami memetakan wilayah-wilayah yang rawan terjadi bencana saat hujan deras. Pemetaan ini berdasarkan prakiraan dari BMKG,” kata Dandim 0608 Cianjur, Letkol Hidayati.

Ia sudah menginstruksikan anggota di setiap koramil agar ikut mewaspadai potensi kebencanaan di semua wilayah. Pengawasan itu melibatkan juga setiap polsek serta aparatur pemerintahan kecamatan dan desa.

“Sehingga jika terjadi bencana saat malam atau siang bisa cepat menindaklanjutinya. Terutama membantu mengevakuasi masyarakat. Langkah pertama yang harus dilakukan itu menghindari terjadinya korban jiwa,” ujarnya.

Hidayati memastikan personelnya sudah siap siaga bekerja sama dengan Polri dan jajaran pemerintahan. Di beberapa titik lokasi bencana sudah dipersiapkan peralatan pendukung.

“Kalau personel khusus tidak ada. Kami hanya memaksimalkan personel di setiap koramil. Alat berat itu dari pemerintah yang stand by di lokasi rawan longsor. Kalau terjadi longsor yang menutup akses jalan, personel kami sigap mengevakuasi material tanah longsor sehingga tak mengganggu jalur transportasi,” pungkasnya. (daz)

Comments

comments