Satpol PP Bongkar Puluhan Lapak PKL

0
120

CIANJUR, patas.id – Setelah sempat diberi waktu selama satu pekan, akhirnya pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang Jalan Raya Cipanas-Puncak, tepatnya di depan pusat pembelajaan pakaian Raja Factory Outlet, Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur dibongkar paksa petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur, Jumat (19 Oktober 2018). Penertiban langsung dipimpin Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman.

Berdasarkan pantauan di lokasi, pembongkaran kios-kios semipermanen yang diduga berdiri di atas saluran air itu di mulai sejak pukul 09.00 WIB. Tampak ratusan petugas gabungan dari TNI/Polisi dan petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur disiagakan untuk membantu mengamankan situasi.

Kepala Bidang Penindakan Perda Satpol PP Kabupaten Cianjur, Robby Erlangga, mengatakan, pembokaran lapak PKL tersebut sudah berdasarkan kesepakatan yang dibuat dan disepakati satu pekan lalu.

“Kesepatan pembongkaran lapak tersebut sudah dibuat 11 Oktober 2018 lalu bersama koordinator PKL dan pimpinan daerah,” ujar Robby kepada wartawan, Jumat (19 Oktober 2018).

Namun, lanjut Robby, kenyataannya pihak pedagang sampai batas waktu yang sudah ditentukan yaitu 18 Oktober 2018 tetap berjualan dan tidak membongkar lapak dagangannya.

“Jadi hari ini kami bersama tim pembongkaran bangunan liar Kabupaten Cianjur membongkar secara paksa lapak-lapak dagangan PKL tersebut,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan, kegiatan pembongkaran lapak pedagang kaki lima tersebut sudah berdasarkan kesepatan yang buat satu pekan sebelumnya.

“Alhamdulilah pembongkaran ini berjalan secara aman dan tertib tidak ada perlawanan, karena sudah ada perjanjian antara kami dan koordinator pedagang,” terangnya.

Diakui Herman, proses penertiban bangunan liar tersebut sempat mengalami beberapa kendala. Namun berkat kekompakan semua unsur dari tim gabungan, proses penertiban tersebut berjalan dengan lancar. “Dan, alhamdulilah hasilnya seperti ini,” tukasnya.

Herman menambahkan, saat ini sebanyak 26 pedangan yang terkena penggusuran rencananya akan direlokasi ke basement Pasar Cipanas. “Kita akan berikan lapak secara gratis selama satu tahun,” tambahnya. (daz/*)

Comments

comments