Puluhan PKL Cimacan Geruduk Kantor Satpol PP

0
63

CIANJUR, patas.id – Puluhan pedagang kakilima (PKL) asal Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, menggeruduk Kantor Satpol PP Kabupaten Cianjur, Kamis (4 Oktober 2018). Mereka meminta bertemu dengan Kepala Satpol PP dan dinas lainnya soal penertiban puluhan kios PKL di sekitar Cimacan.

Sebanyak 10 perwakilan pedagang diterima di Aula Kantor Satpol PP Kabupaten Cianjur. Sayangnya, pertemuan tidak menghasilkan keputusan karena pihak Satpol PP tidak bisa menghadirkan pihak dinas lainnya.

Rudi Agan, perwakilan PKL, menjelaskan, pertemuan dijadwal ulang karena dinas lain yang kami minta tidak bisa dihadirkan. Sebab, kata dia, kehadiran dinas lain seperti Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Dinas Perizinan diperlukan dalam pertemuan tersebut.

“Pertanyaan kami kenapa kalau PKL yang berdagang di sekitar Cimacan harus ditertibkan, sementara minimarket dan yang lainnya tidak. Jadi, butuh klarifikasi dari pihak Satpol PP dan dinas lain yang terkait dengan masalah ini,” ujar Rudi kepada wartawan, Kamis (4 Oktober 2018).

Menurut Rudi, pihak pemerintah berencana melakukan relokasi ke Pasar Cipanas, tapi para pedagang memilih bertahan untuk berjualan di lokasi semula.

“Kami diberi pilihan relokasi, tapi kami tetap bertahan apapun resikonya. Kami tetap akan melawan,” ujar dia.

Rudi pun menyebutkan bahwa pihaknya akan menjadwal ulang pertemuan supaya dinas lain bisa hadir. “Kami sedang membuat surat untuk dinas lain supaya dalam pertemuan mendatang bisa hadir,” tutur Rudi.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Cianjur, Muzani Saleh, mengatakan bahwa penertiban PKL di sekitar Cimacan akan terus dilakukan karena sesuai aturan di sepanjang jalan raya tersebut tidak diperbolehkan ada aktivitas lain.

“Kalau para PKL mau bertahan, ya silakan. Tapi tetap akan kami tertibkan. Ini sudah sesuai dengan prosedur,” ujar Muzani.

Muzani menjelaskan bahwa PKL diberi pilihan pindah ke tempat yang sudah ditetapkan sebagai lokasi perdagangan.

“Pihak Disperindag memberi pilihan pindah ke Pasar Cipanas atau Pasar GSP Sukaresmi. Kalau perlu, mereka akan dibantu difasilitasi,” kata Muzani.

Muzani menambahkan bahwa permintaan para pedagang untuk menghadirkan dinas lain dalam pertemuan itu salah sasaran.

“Harusnya mereka mengundang langsung dinas yang bersangkutan, bukan tugas kami yang mengundang,” imbuh Muzani. (daz)

Comments

comments