Ojek Pangkalan Serbu Pendopo

0
88

CIANJUR, patas.id – Para pengemudi ojek pangkalan dari berbagai wilayah di Kabupaten Cianjur berencana mendatangi kantor Pemkab Cianjur di Jalan Siliwangi, Rabu (25 Juli 2018). Mereka mengaku akan berunjuk rasa menuntut larangan beroperasinya ojek online di wilayah Cianjur.

Ketua Paguyuban Motor Ojek Cianjur (PMOC), Elang Jaelani, mengatakan, aksi dilakukan karena tak ada jawaban dari pihak DPRD Kabupaten Cianjur setelah unjuk rasa beberapa waktu lalu.

“Saat ini kami ingin langsung mendatangi pendopo dan bertemu bupati. Kami akan menunggu sampai bupati mengeluarkan pernyataan tentang larangan adanya transportasi online,” kata Elang.

Pagi ini, mereka berkumpul di terminal Rawabango. Humas PMOC, Jujun Junaedi, mengatakan bahwa estimasi pengemudi ojek yang akan berunjuk rasa bisa mencapai ribuan.

“Ini sudah datang dari wilayah barat, Pasirhayam, Pesona, Rancagoong, Bayubud, Gang Taufik Ciwalen, Warungkondang, Bangbayang, Pasar Gekbrong, sekitar 200 motor, belum dari daerah lain,” kata Jujun.

Jujun mengatakan, dari data yang masuk, anggota PMOC yang akan berunjuk rasa kemungkinan bisa mencapai 10 ribu orang. “Pengemudi ojek di Cianjur ini banyak sekali,” kata Jujun.

Menurutnya, jumlah transportasi berbasis online di Cianjur kian hari tambah banyak. Pihaknya menuntut pemerintah tegas agar melarang transportasi berbasis online. “Sudah banyak juga yang bergesekan di lapangan, kami tak ingin ada konflik berkelanjutan,” kata Jujun.

Koordinator lapangan, Rudi Agan mengatakan hal yang sama yakni meminta ketegasan implementasi dari Peraturan Menteri Nomor 108.

“Pada intinya terus mempertahankan hak, karena di daerah lain pemerintahnya ada yang tegas melarang transportasi online,” kata Rudi. (daz/*)

Comments

comments