Pengamen Digaruk Saat Menyuapi Anaknya

0
136

CIANJUR, patas.id – Rinjani (7 tahun) menangis histeris melihat ayahnya, Jejen (35 tahun) digelandang petugas Satpol PP Kabupaten Cianjur saat razia di Terminal Rawabango, Jalan Raya Bandung, Cianjur, Senin (7 Mei 2018).

Menurut informasi, Jejen warga Kampung Kaum RT 03/15 Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranajang yang berprofesi sebagai pengamen jalanan, baru saja duduk di kios sambil menyuapi Rinjani, usai menjemput anaknya itu dari sekolah.

Namun, tiba-tiba siang itu, petugas Satpol PP datang dan langsung menangkap Jejen dan membawanya menggunakan mobil. Sedangkan Rinjani dibiarkan, sehingga menangis histeris melihat ayahnya dibawa.

“Saya melihat langsung kejadian tadi, memang para petugas Satpol PP tersebut langsung membawa Jejen dengan menggunakan mobil. Padahal, Jejen lagi menyuapi anaknya (Rinjani, red),” ujar Umi, pemilik kios tempat Jejen menyuapi anaknya, Senin (7 Mei 2018).

Menurut Umi, para petugas tanpa basa-basi menggelandang Jejen dan tak menghiraukan anak Jejen. Sehingga Rinjani dibiarkan sendirian di kios.

“Saya kasihan melihat Rinjani menangis histeris melihat ayahnya dibawa. Padahal, Jejen saat itu belum mengamen,” tutur dia.

Umi meminta kepada orang nomor satu pemangku kebijakan di Kabupaten Cianjur agar bisa menegur tindakan Satpol PP tersebut. Walaupun menjalankan tugas, tapi jangan seenaknya menangkap orang.

“Jangan seenakanya main tangkap, walaupun dia pengamen harusnya lihat dulu di sampingnya ada anak kecil, terlebih dia lagi ngasih makan anaknya,” tandas Umi.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur Dadang Sutarmo menyayangkan perilaku petugas Satpol PP Kabupaten Cianjur saat bertugas yang dinilai tidak manusiawi.

”Okelah, mereka menjalankan tugas, tetapi bukan melakukan tindakan menangkap atau mengamankan pengamen saat sedang menyuapin anaknya, apa lagi anaknya ditinggalkan di warung begitu saja,” ujar dia.

Dia mengatakan, peraturan memang harus ditegakkan berdasarkan Perda yang berlaku, tapi tolong perhatikan juga norma dan etika penindakannya.

“Orangtuanya ditangkap sementara anaknya dibiarkan begitu saja. Hal tersebut merupakan tindakan gegabah karena dinilai tidak manusiawi. Secara psikologi sudah jelas akan menjadi beban bagi kejiwaan anak tersebut,” tandasnya.

Sementar itu, pihak Satpol PP hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi. (daz/*)

Comments

comments