JPPR Tuding Paslon Nomor 3 Sebar Ujaran Kebencian

0
119

CIANJUR, patas.id – Aktivis Jaringan Pendidikan Pemilu Rakyat (JPPR) Kabupaten Cianjur beramai-ramai mendatangi Kantor Sekretariat Panwaslu Kabupaten Cianjur, Kamis (12 April 2018). Mereka mempertanyakan beredarnya video berisi dugaan ujaran kebencian dan SARA yang dilontarkan oleh Paslon Gubernur Jawa Barat nomor 3 Sudrajat-Ahmad Syiahku (Asyik) saat melakukan kampanye di Majelis Taklim Attaqwa, Minggu (8 April 2018) lalu.

“Intinya kedatangan kami ke sini bukan membuat pelaporan, tapi kita mempertanyakan kepada Panwaslu Kabupaten Cianjur terkait beredarnya video ujaran kebencian yang dilakukan Paslon nomor urut 3, beberapa waktu lalu,” kata Ketua JPPR Kabupaten Cianjur, Zakir, Kamis (12 April 2018).

Dia mengatakan, bukan hanya menyerahkan video, pihaknya juga siap mengawal dan ikut mengawasi kasus ini.

“Ternyata, hasil pengawasan PPL dilaporkan ke Panwaslu Kecamatan dan selanjutnya di laporkan ke Panwaslu Kabupaten. Jadi pada intinya kami mendorong Panwaslu Kabupaten Cianjur, karena kalau ada politik SARA dibawa ke Pilgub Jabar bukan tak mungkin akan mencederai pesta demokrasi,” terang Zakir.

Menurutnya, dalam isi video kegiatan yang dihadiri Calon Gubernur Jawa Barat Nomor 3, Sudrajat dan anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria, pihaknya menilai ada unsur kebencian seperti melarang masyarakat memilih pasangan calon Gubernur Jawa Barat mulai dari nomor 1 Ridwan Kamil-Uu Ruzaul Ulum (Rindu), nomor urut 2 TB Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah) dan nomor urut 4 Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (DM4Jabar).

“Biarpun dalam video itu sempat terputus-putus, namun sangat jelas ada tudingan kalau masyarakat memilih paslon gubernur nomor urut 1, 2, dan 4, maka mereka dianggap orangnya Jokowi. Dan dalam rekaman tersebut juga sangat jelas ada rencana akan melakukan makar kepada Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kabupaten Cianjur, Hadi Dzikri Nur, mengatakan, pihaknya sudah menerima bukti yang disampaikan berupa CD Player berdurasi kurang lebih 10 menit dari JPPR yang isinya konten ujaran kebencian dari Paslon Gubernur Jawa Barat nomor urut 3.

“CD Player sudah kami terima, dan ini akan kita kaji terlebih dahulu. Selanjutnya akan kita umumkan nanti,” tandasnya.

Hadi mengakui video yang diserahkan JPPR isinya sama dengan video hasil temuan di lapangan yang dilaporkan Panwaslu Kecamatan Cianjur.

“Jadi, kedatangan JPPR sebagai bentuk dukungan kepada kami agar menindaklanjuti temuan panwascam,” kata Hadi. (daz/*)

Comments

comments