Tingkat Partisipasi Pemilih Pilgub Jabar 2018 Dikhawatirkan Anjlok

0
96

CIANJUR, patas.id – Tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 dikhawatirkan anjlok gara-gara aturan. Pasalnya, calon pemilih yang datang ke TPS diwajibkan membawa KTP elektronik atau surat keterangan dan form C6 berupa surat pemberitahuan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cianjur, Anggy Shofia Wardhany, menjelaskan, aturan yang mewajibkan itu tertuang dalam Peraturan KPU Nomor 8 tahun 2018 tentang Pemungutan Suara.

“Pada Pasal 7 ayat 2 disebutkan bahwa dalam memberikan suara di TPS, pemilih menunjukkan formulir C6-KWK dan wajib menunjukkan KTP elektronik atau surat keterangan dari Disdukcapil setempat kepada KPPS,” ujar Anggy kepada patas.id, Kamis (5 April 2018).

Menurut Anggy, meskipun aturan ini masih akan dibahas dalam bimbingan teknis yang akan digelar KPU Jawa Barat, Jumat (6 April 2018), namun jika diterapkan akan berdampak pada angka partisipasi pemilih.

“Dan yang paling penting menghalangi hak konstitusi pemilih yang sudah terdaftar di dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT),” kata Anggy.

Anggy menyebutkan bahwa aturan ini jadi tantangan bagi penyelenggara untuk terus melakukan sosialisasi agar masyarakat paham untuk menyalurkan haknya serta mau datang ke TPS.

“Sebab, di sisi lain kita juga ditarget untuk mencapai angka partisipasi pemilih dalam Pilgub Jabar 2018 ini sebesar 75 persen,” tutur dia. (daz/*)

Comments

comments