Jalur Puncak Ditutup, Puncak II Siap Dibuka

0
121

CIANJUR, patas.id – Pemerintah Kabupaten Cianjur mengimbau warga yang permukimannya berdekatan dengan lokasi tanah longsor di Jalan Raya Puncak, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, segera mengungsi. Pasalnya, hasil rekomendasi Badan Geologi, ada indikasi terjadi potensi longsor susulan.

“Pertama, sesuai rekomendasi hasil penelitian Badan Geologi, rumah-rumah di daerah resapan air atau yang berada di pinggir jalan maupun PKL (pedagang kaki lima) untuk segera ditertibkan. Ini karena kajian geologi akan berpotensi terjadi lagi longsor susulan,” kata Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, saat meninjau lokasi, Kamis (29 Maret 2018).

Saat ini, lanjut Herman, Pemkab Cianjur

masih menunggu kajian teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Kajian itu nanti akan dibarengi desain penanganannya.

“Dari Kementerian PUPR sedang mendesain. Mudah-mudahan nanti desain menangani longsor di sini bisa segera dilaksanakan. Semoga kami dan pemerintah pusat bisa secepatnya menangani,” kata Herman.

Herman mengatakan jumlah warga yang terancam masih dalam pendataan. Namun warga terus diimbau waspada dengan kondisi sekarang. “Segera cari rumah saudara yang lebih aman karena khawatir masih ada potensi longsor susulan. Apalagi longsor di sini sudah beberapa kali terjadi,” sebut Herman.

Idealnya, sebut Herman, permukiman warga yang berada di bawah ruas jalan nasional itu harus segera direlokasi. Pemkab Cianjur akan terus berupaya mencari lahan yang sekiranya cocok dijadikan tempat relokasi. “Bukan hanya warga, tapi juga PKL. Termasuk yang berada di atas (jalan),” tuturnya.

Herman menambahkan, amblesnya bahu jalan di Jalan Raya Puncak yang sedang dalam perbaikan itu bakal berdampak signifikan terhadap perekonomian di kawasan Cipanas dan sekitarnya. Saat kejadian pertama pada awal Februari, lanjut dia, perekonomian warga Cipanas anjlok hingga 70 persen.

“Waktu itu dalam waktu 10 hari saja tingkat perekonomian warga anjlok hingga 70 persen. Bisa jadi ini lebih lama. Makanya kami juga mendesak pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR mengupayakan penanganan secepatnya. Minta doanya saja semoga penanganan bisa selesai sebelum Lebaran,” tegas Herman.

Melihat kondisi sekarang di jalur Puncak yang relatif rawan bencana, Pemkab Cianjur berharap percepatan penyelesaian pembangunan jalur Puncak II. Jalur Puncak II nantinya bisa menjadi alternatif bagi wisatawan maupun pengendara. “Jalur Puncak II sedang diupayakan percepatan oleh pemerintah pusat dan provinsi mengingat jalur Puncak sering longsor. Jalur Puncak II bisa jadi solusi,” imbuh Herman.

Jika tidak ada alternatif jalan lain, Herman mengatakan bisa jadi Cipanas akan terisolasi. Sehingga ke depan roda perekonomian masyarakat Cipanas bisa turun drastis. Sekarang saja banyak warga Cipanas, khususnya pengusaha hotel, restoran, maupun tempat wisata yang harus gigit jari.

“Ini kan mau long weekend. Terpaksa masyarakat di Cipanas yang sudah mempersiapkan dagangan mereka tidak akan berjualan. Kasihan masyarakat,” ujarnya.

Namun Herman optimistis ada solusi yang bisa dilakukan mengatasi penanganan tanah longsor di jalur Puncak. Saat ini jalur Puncak masih bisa dilalui meskipun diprioritaskan hanya untuk sepeda motor. “Kita berdoa saja semoga bisa segera ditangani dengan kajian desain yang dibuat Kementerian PUPR,” tandasnya.

Lina (25 tahun), warga Kampung Babakan Ngantay, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, mengaku khawatir dengan kondisi sekarang. Namun Lina mengaku akan kembali ke kampung halamannya di Cianjur.

“Ya, saya mah paling mudik lagi saja ke Cianjur. Di sini saya numpang sama kakak. Saya di sini jualan di warung,” kata Lina. (daz/*)

Comments

comments