Ini Keputusan Panwaslu Cianjur Soal Video Telor

0
143

CIANJUR, patas.id – Ketua Panwaslu Kabupaten Cianjur, Hadi Dzikri Nur, mengatakan bahwa temuan pembagian telor berstiker Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi tak memenuhi unsur pidana. Hasil kajian Sentra Gakkumdu Kabupaten Cianjur temuan ini tak dilanjutkan ke tahap penyelidikan.

“Hasil kajian memutuskan kasus ini tak dilanjutkan ke tahap penyelidikan,” ujar Hadi saat menghadiri penetapan daftar pemilih sementara (DPS) Pilgub Jabar 2018 di kantor KPU Kabupaten Cianjur, Jumat (16 Maret 2018).

Menurutnya, Gakkumdu kesulitan saat merangkai beberapa fakta temuan, fakta pemberi dan penerima juga masih kurang.

Ke depan, kata Hadi, Panwaslu mengimbau kepada semua pengurus partai dan pasangan calon untuk mempelajari aturan yang sudah disosialisasikan.

“Selain itu kami juga mengimbau kepada semua pasangan calon untuk mengirim ketua tim pemenangan masing-masing di daerah, karena baru pasangan Hasanah yang mengirimkan,” ujar Hadi.

Menyoal keputusan terhadap temuan stiker di telur, Hadi menambahkan keputusan Gakkumdu berdasarkan data dan fakta yang diperoleh dari klarifikasi yang telah dilaksanakan kepada penemu/pelapor, terlapor, dan para saksi.

“Juga atas saran dan pertimbangan dari penyidik serta jaksa pada Sentra Gakkumdu Kabupaten Cianjur sebagai mana tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa temuan nomor 01/TM/PG/Kab/13.15/III/2018 tanggal 10 Maret 2018 tidak memenuhi unsur unsur pasal yang disangkakan pada pasal 73 ayat (4) jo Pasal 187A ayat (1) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, bupati, dan walikota menjadi undang-undang,” katanya.

Menurutnya dengan keluarnya putusan tersebut, temuan stiker Deddy-Dedi di paket telur dihentikan atau tidak ditindaklanjuti ke tahap selanjutnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Tb Mulyana Syahrudin, tak berkomentar panjang. Dia hanya mengaku lega karena kasus yang ditudingkan dianggap selesai.

“Masalahnya sudah selesai. Sejak awal saya memastikan bahwa ini bukan kesalahan. Jadi, saya tak kaget jika Panwaslu memutuskan kasus ini tak berlanjut dan dianggap selesai,” kata Mulyana saat ditemui di tempat terpisah. (daz/*)

Comments

comments