Ratusan Guru Ikut Hajatan NasDem, Panwaslu Akhirnya Bereaksi

0
156

CIANJUR, patas.id – Panwaslu Kabupaten Cianjur mulai mendalami laporan pelanggaran yang dilakukan salah satu partai politik peserta Pemilu 2019 saat melakukan konsolidasi di Cianjur.

Ketua Panwaslu Kabupaten Cianjur, Hadi Dzikri Nur, mengatakan pihaknya masih mendalami laporan dugaan pelanggaran yang dilakukan Partai NasDem saat melakukan konsolidasi partai di Gedung Assakinah, Jalan KH Abdullah bin Nuh, Cianjur, yang dihadiri Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Salah satunya dengan instruksi agar guru hadir dalam acara tersebut.

“Kami masih menyelidiki laporan yang masuk tersebut, dengan memangil Ketua Panwaslu Kecamatan Cianjur, untuk dimintai keterangan. Namun sampai saat ini, kami mendalami laporan yang menyebutkan adanya mobilisasi guru,” kata dia.

Sementara anggota Panwaslu Kecamatan Cianjur, Eka Merdeka, mengatakan, pihaknya tidak menemukan adanya ASN dalam acara parpol tersebut, namun pihaknya menemukan adanya kendaraan berplat merah yang digunakan untuk mobilisasi massa.

“Kami sudah laporkan temuan tersebut dan saat ini masih didalami Panwaslu Kabupaten Cianjur. Tidak ada guru yang berstatus pegawai negeri dalam acara, namun ada guru honorer yang terlibat di dalam kegiatan tersebut,” katanya.

Berdasarkan informasi, ratusan guru di Cianjur menghadiri agenda konsolidasi Partai NasDem di Gedung Assakinah, Senin (5 Maret 2018) lalu. Kehadiran mereka diduga karena adanya pesan dan imbauan dari salah satu pejabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur.

Pesan tersebut bersumber dari Sekretaris Dinas Pendidikan yang diperkuat dengan adanya screenshoot kiriman pesan dari pejabat tersebut melalui whatsapp, dengan nama kontak Pak Sekdis.

Screenshoot itupun menyebar di media sosial, dengan tercantum rincian PGRI di Cianjur dan pengurus di tingkat kecamatan untuk mengirimkan anggotanya dalam acara kedatangan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Bahkan dijelaskan dalam pesan tersebut merupakan tembusan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur, guru yang hadir dalam acara diberi dispensasi untuk tidak mengajar.

Namun hal tersebut dibantah Kepala Disdikbud Cianjur, Cecep Sobandi, dia mengatakan tidak tahu adanya pesan yang menyebar mengatasnamakan dinas. Dia pun tidak merasa memberikan instruksi agar guru menghadiri acara parpol tersebut.

“Saya tidak pernah mengeluarkan imbauan atau instruksi tersebut. Saya baru tahu setelah menyebar di medsos dan rekan wartawan. Pesan tersebut diduga berasal dari Sekretaris Dinas, namun posisinya tidak sebagai pejabat di Disdikbud melainkan sebagai pengurus PGRI,” katanya. (isl)

Comments

comments