Korban Jembatan Putus Satu Meninggal Dunia Satu Masih Kritis

0
200

CIANJUR, patas.id – Seorang korban jembatan gantung yang ambruk di Kecamatan Leles Kabupaten Cianjur, Deni bin Karnudin (53 tahun) meninggal dunia, Senin (12 Februari 2018) dalam perjalanan ke Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur. Deni merupakan satu dari belasan warga yang terjatuh dari jembatan. Meninggalnya Deni cukup mengejutkan karena korban saat kejadian Sabtu (3 Februarib 2018) lalu hanya menderita luka ringan.

“Tadi pagi korban dibawa ke RSUD Cianjur, namun baru sampai Selagedang, korban meninggal dunia, data tersebut yang kami terima di kecamatan,” ujar Elan Jaelani, Kepala Seksi Pembangunan Kecamatan Leles, saat dihubungi, Senin (12 Februari 2018).

Elan mengatakan Deni saat kejadian hanya menderita luka pada bagian kakinya, sehingga banyak warga yang tak menyangka Deni meninggal dunia. Laporan meninggalnya Deni juga sudah diterima Polsek Agrabinta yang membawahi wilayah Kecamatan Leles.

Sementara itu, korban lainnya, Saep (48 tahun) masih dalam kondisi kritis. Ia kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah R Syamsudin SH Kota Sukabumi setelah dirujuk dari RSUD Pagelaran karena minimnya peralatan.

Sebelumnya diketahui sebanyak 12 orang warga di Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, terluka akibat ambruknya jembatan gantung Sabtu (3 Februari 2018) malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Belasan korban ada yang tercebur ke aliran Sungai Cisokan dan ada yang mendarat di bebatuan.

Jembatan gantung yang roboh tersebut merupakan sarana penghubung antara Desa Pusakasari dan Karyamukti Kecamatan Leles. Ke-12 korban yang terluka tersebut yakni satu orang dalam kondisi kritis atas nama Saep (48 tahun) dan sebanyak tiga orang luka berat yakni Didim (30 tahun), Muhidin (60 tahun), dan Jenal M (22 tahun).

Delapan warga lainnya yang terluka ringan yakni Asep (45 tahun), Sulaeman (13 tahun), Rusman (50 tahun), Suryana (21 tahun), Sobani (52 tahun), Deni (53 tahun) meninggal dunia, Dedi (26 tahun), dan Adin (48 tahun).

“Pasien atas nama Saep masih dirawat di ruang ICU RSUD R Syamsudin SH,’’ kata Ketua Tim Penanganan Informasi dan Keluhan RSUD Syamsudin SH Kota Sukabumi, Wahyu Handriana, Selasa (6 Februari 2018). Ia mengatakan korban masih dalam kondisi kritis.

Wahyu mengatakan pasien dirawat oleh bagian syaraf dan bedah syaraf. Tim medis rumah sakit berupaya memberikan penanganan yang terbaik kepada korban yang dirujuk dari Cianjur tersebut. (daz/*)

Comments

comments