Jembatan di Leles Putus Bukan Kelebihan Beban

0
127

CIANJUR, patas.id – Hasil kunjungan kerja Komisi III DPRD Kabupaten Cianjur ke jembatan putus di Kecamatan Leles Kabupaten Cianjur, Rabu (7 Februari 2018), mematahkan pernyataan Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, soal penyebab putusnya jembatan yang mengakibatkan 12 warga luka-luka.

Herman menegaskan bahwa penyebab putusnya jembatan lantaran kelebihan beban. Namun, Komisi III menemukan bukti bahwa materi dan konstruksi jembatan yang menyebabkan jembatan putus tersebut.

“Ada ketidaksesuaian bahan yang digunakan sehingga kekuatan jembatan berkurang. Ini bukan lantaran kelebihan beban,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cianjur, Atep Hermawan Permana, kepada patas.id, Kamis (8 Februari 2018).

Atep mengatakan, spanskrup pengait sling (kawat) penahan beban jembatan yang patah tidak sesuai dengan spek. Akibatnya, bahan yang terbuat dari baja itu memuai.

“Bahan spanskrup yang bagus itu buatan Amerika yang harganya Rp 4 juta, sedangkan yang dipakai buatan China seharga Rp 1,5 juta. Kualitasnya berbeda sehingga kekuatannya pun berbeda.”

Selain itu, kata Atep, pengerjaan jembatan seharga Rp 700 juta itu tidak dilakukan CV Duta Buana sebagai pemenang tender. “Ternyata dilakukan pihak ketiga,” imbuh dia.

Sebelumnya, Herman, menyimpulkan bahwa penyebab putusnya jembatan bukan kesalahan pemborong, tapi lantaran kelebihan beban.

“Itu karena kelebihan beban, bukan kualitasnya jelek. Kami memerintahkan agar segera diperbaiki,” kata Herman. (daz)

Comments

comments