Siswa SMK Ribut, Perempuan Parobaya Jatuh dari Jembatan Kereta Api

0
193

CIANJUR, patas.id – Seorang perempuan parobaya terjatuh dari jembatan kereta api di Kampung Pataruman RT 01/RW 11 Kelurahan Sayang Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur, setelah berusaha menghindar dari keributan antarpelajar, Jumat (2 Februari 2018) siang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu bermula ketika korban bernama Peri (45 tahun) hendak pulang ke rumahnya yang hanya berjarak belasan meter dari lokasi kejadian, usai berkunjung ke rumah mertuanya.

Namun saat hendak menyeberang Sungai Cianjur melalui jembatan perlintasan kereta api, dia dikejutkan oleh para pelajar yang terlibat keributan dan kejar-kejaran di atas jembatan kereta api.

“Jadi ibu Peri itu mau nyeberang. Tiba-tiba dari belakang ada dua pelajar SMK dikejar oleh siswa sekolah lain yang membawa senjata tajam. Melihat dua pelajar lari, si ibu juga ikut kabur karena takut,” ujar Teuis Rima Deti (23 tahun) salah seorang saksi di lokasi kejadian, Jumat (2 Februari 2018).

Sayangnya, ketika dua pelajar yang diketahui sudah mengalami luka bacok itu selamat dari kejaran dan berhasil menyeberang, ibu Peri yang tidak melihat pijaka malah terjatuh dari atas jembatan ke Sungai Cianjur.

“Jadi bukan tersenggol atau terdorong, memang karena panik langsung lari, tapi ketika mau sampai ujung malah tidak memijak kayu jembatan sehingga langsung jatuh.”

Ketinggian jembatan yang diperkirakan mencapai 10 meter dengan kondisi sungai yang sedang kering, membuat Peri langsung terbentur ke dasar sungai dan bantuan di bawahnya.

Akibatnya, Peri mengalami luka berat hingga tak sadarkan diri. Warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian tersebut langsung mengevakuasi korban dan membawa ke RSUD Cianjur. Sementara para pelajar yang terlibat keributan langsung kabur.

“Kondisi jatuhnya kaki dulu, tapi kepala juga terbentur. Di tempat jatuh juga banyak darah yang keluar dari luka korban. Sekarang sudah dibawa ke RSUD,” tuturnya. (isl)

Comments

comments