Jalur Baru Angkutan Umum Mulai Diberlakukan

0
233

CIANJUR, patas.id – Hari pertama penerapan rekayasa lalu lintas dan trayek angkutan umum (angkum) yang baru, warga Cianjur masih kebingungan. Namun Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur manyatakan dalam sepekan warga bakal terbiasa. Bahkan diklaim rekayasa tersebut mampu menyelesaikan kemacetan.

Berdasarkan pantauan patas.id, sejak pukul 06.00 WIB, penerapan rekayasa lalu lintas yang baru sudah berjalan, termasuk untuk trayek angkum. Tapi tampak beberapa pengendara masih belum tahu jika ada beberapa ruas jalan yang menjadi satu arah, sehingga diingatkan dan diarahkan oleh petugas polisi dan dinas perhubungan.

Sama halnya dengan pengendara kendaraan pribadi, penumpang angkutan umum juga masih kebingungan memilih angkum untuk sampai tujuan. Tidak jarang mereka berjalan kaki lantaran angkum yang ditumpangi tidak lagi melintas ke tempat tujuan.

“Sudah tahu ada perubahan trayek, tapi masih bingung naik angkum yang mana. Soalnya hanya ada pergantian nomor di depan angkumnya. Tadinya mau ke Sabandar (Karangtengah), tapi karena salah naik angkum, jadi diturunkan di Jalan HOS Cokroaminoto. Daripada naik angkum takut salah lagi, mending jalan,” ungkap Ika (45 tahun), salah seorang warga.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur, Rahmat Hartono, mengakui penerapan hari pertama rekayasa dan trayek angkum yang baru, belum sepenuhnya optimal. Warga masih ada yang kebingungan, terutama untuk penumpang angkutan.

“Tapi tidak akan lama, sepekan ke depan pasti sudah terbiasa. Sama seperti halnya penerapan rekayasa angkum sebelumnya, awalnya bingung, tapi kemudian terbiasa,” kata dia saat ditemui usai memantau lalu lintas di Jalan Dr Muwardi, Sabtu (27 Januari 2018)

Menurutnya, ada sekitar 300 petugas gabungan dari Dishub, Polres, TNI, dan unusr Muspida lainnya yang ditempatkan di 45 titik persimpangan. Petugas tersebut juga bakal memberikan infomasi kepada warga yang masih belum paham ataupun kebingungan.

“Jadi bisa ditanyakan kepada petugas yang ada. Semuanya sudah dibekali informasi, terutama peta jalur dan trayek.”

Meski masih ada kekurangan, rekayasa lalu lintas dan trayek angkutan yang baru diklaim sudah mampu mengatasi masalah kemacetan di wilayah perkotaan. Hal itu terlihat dari lancarnya beberapa ruas jalan yang menjadi pusat kemacetan.

“Alhamdulillah, kemacetan sudah berkurang drastis di titik rawan macet seperti Jalan Dr Muwardi tepatnya di depan Pasar Muka, tidak ada kemacetan lagi. Tapi kami akan evaluasi secara keseluruhan agar ke depan rekayasa jalur ini jauh lebih baik,” ungkapnya. (isl)

Comments

comments