Gagal Berangkat, Dua Calon TKW Ilegal Dipulangkan ke Cianjur

0
243

CIANJUR, patas.id – Dua orang calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) ilegal asal Cianjur berhasil dipulangkan, Jumat (26 Januari 2018). Keduanya diselamatkan setelah polisi melakukan penggerebekan ke penampungan sesaat sebelum perusahaan TKI memberangkatkan mereka ke Timur Tengah.

Pengantar Kerja Ahli Pertama Direktorat Jenderal Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri Kementrian Tenaga Kerja RI, Yurnalis Chan, mengatakan, dua calon TKW yang bernama Aah Rohanah (36 tahun) dan Eka Lestari (45 tahun) ditemukan bersama puluhan calon TKI dari daerah lainnya dalam penampungan, setelah polisi melakukan penggerebekan ke perusahaan yang diduga memberangkatkan TKI Ilegal.

“Benar saja, dari penggerebekan polisi, ditemukan 79 perempuan calon TKI yang akan diberangakatkan secara ilegal oleh perusahaan yang izinnya sudah dicabut oleh kementerian,” kata dia kepada wartawan saat ditemui di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur, Jumat (26 Januari 2018).

Menurutnya, perusahaan yang sudah disanksi berat atas berbagai pelangaran tersebut memberangkatkan 42 orang calon TKI, sementara sisanya bakal diberangkatkan oleh satu perusahaan lainnya.

“Dari 42 calon TKI dari PT Buana Risqi tersebut, dua di antaranya warga Cianjur dan kami pulangkan ke Cianjur, hari ini. Sementara yang lainnya masih didata, sebab pelaku yang memberangakatkannya tengah dalam pencarian polisi, termasuk pihak perusahaannya. Kemungkinan masih ada orang Cianjur.”

Dia mengatakan, sejak 2011, pemberangkatan TKI atau TKW ke negara-negara di Timur Tengah sudah dimoratorium, terutama untuk sektor informal. Dengan begitu, dipastikan para calon TKI tersebut ilegal.

Yuri menduga, para sponsor nakal tersebut memberangakatkan para calon TKI hanya berbekal visa umroh atau visa wisata. “Ada kemungkinan juga melalui Malaysia diberangkatkan ke Timur Tengah dan banyak kemungkinan lainnya. Semua itu sedang kami dalami untuk dicegah, sehingga tidak ada lagi pemberangkatan TKI ilegal,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Cianjur, Heri Suparjo, mengatakan, pihaknya bakal lebih intens melakukan sosialisasi terkait moratorium TKI ke negara Timur Tengah. Namun dia juga mengharapkan, semua pihak turun tangan untuk mencegah keluarganya terhasut para sponsor tak resmi.

Dia menambahkan, perbedaan angka yang kerap muncul di kementerian dengan daerah terkait jumlah TKI pun diyakini akibat adanya TKI ilegal.

“Makanya akan kami lebih gencarkan sosialisasi, supaya tidak ada lagi yang menjadi TKI ilegal. Mereka yang berhasil diamankan, kami antarkan ke alamat masing-masing,” ungkapnya. (isl)

Comments

comments