Aah Bersyukur Tak Jadi Berangkat ke Abu Dhabi

0
178

CIANJUR, patas.id – Aah Rohanah (36 tahun), calon TKI ilegal yang merupakan warga Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, mengungkapkan, dia berada di penampungan tersebut berawal ketika mendapatkan informasi dari tetangganya ada sponsor yang dapat mempekerjakan dia ke luar negeri.

Setelah dipertemukan dengan sponsor dari luar Cianjur, Aah pun diminta memenuhi persyaratan pemberangakatan, mulai dari KTP, kartu keluarga, surat izin dari suami atau keluarga, dan beberapa administrasi lain.

“Saya diarahkan sama tetangga, katanya ada sponsor yang bisa menjamin berangkat. Katanya legal, makanya saya mau berangkat. Sebelumnya, saya juga sempat bekerja di Arab Saudi pada 2011 sampai 2013,” kata dia.

Aah mengaku sempat ragu dan menanyakan status atau legalitas dirinya. Sebab surat rekomendasi dari desa dan Dinas Tenaga Kerja tidak ditempuh olehnya. Tetapi, pihak sponsor menjelaskan rekomendasi tersebut diurus oleh perusahaan, jikapun tidak keluar, legalitas bisa dibuat melalui jalur-jalur tertentu.

“Karena sudah bilang seperti itu dan dijamin saya legal berangkat jadi TKI, saya coba untuk yakin tetap berangkat ke Abu Dhabi.”

Dia menjelaskan, sejak 31 Desember 2017, dirinya sudah berangkat ke penampungan dan perusahaan TKI untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Namun, seteleh itu dia dipersilakan untuk pulang selama dua pekan. Baru pada 15 Januari 2018, dia disuruh tinggal di penampungan hingga waktu pemberangkatan.

Aah mengaku, saat di penampungan, dirinya menggunakan uang dari fee yang diberikan sponsor setelah dipastikan sehat. “Biasanya setelah medical check up, dikasih uang fee. Nilainya Rp 5 juta. “Tapi kemarin diberikannya dicicil, biasanya langsung semuanya,” kata dia.

Saat waktu keberangkatan, lanjut dia, penampungan dan perusahaan pemberangkatan TKI yang memberangkatkannya digerebek polisi. Akhirnya, Aah pun batal berangkat. Namun, Aah mengaku senang, polisi dan dari kementerian segera menggerebek penampungan dari perusahaan calon TKI ilegal tersebut.

“Alhamdulillah, jadi saya tidak keburu berangkat. Jadi bisa selamat. Kalau sudah berangkat, mungkin nasib saya tidak tahu seperti apa, soalnya jadi TKI ilegal,” ungkap dia. (isl)

Comments

comments