Lagi, Penerapan Jalur Satu Arah di Dalam Kota Ditunda

0
206

CIANJUR, patas.id – Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur mengungkapkan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas yang baru belum bisa diterapkan di awal Januari 2018 ini. Pasalnya, masih terjadi tarik ulur komitmen penetapan jalur angkutan oleh para pengurus trayek.

Kepala Dishub Kabupaten Cianjur, Rahmat Hartono, mengatakan, kesepakatan rekayasa lalu lintas dengan menjadikan ruas jalan di perkotaan satu jalur sudah disepakati bersama. Namun untuk penerapannya harus juga dibarengi dengan penepatan trayek angkutan baru.

“Kan harus sepaket, jalur lalu lintas diperbarui, trayek angkum juga harus yang sudah terbaru,” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (2 Januari 2018).

Menurutnya, trayek angkum di Cianjur semula ada 14, khususnya di wilayah perkotaan. Dengan rekayasa yang baru, trayek diubah menjadi hanya 10 trayek. Hal itu, ungkap Rahmat sudah berdasarkan kajian matang dan dipastikan tidak akan merugikan pihak manapun.

Dia menambahkan, semula pembagian trayek yang baru bakal dilakukan dengan cara diundi, tetapi pihak pengurus trayek menolak dan memilih untuk disepakati bersama serta ditunjuk langsung.

“Makanya sampai hari ini, masih tarik ulur komitmen. Kami serahkan semuanya kepada pengurus trayek, pemilik angkutan, dan sopir,” ucap dia.

Dia mengaku berharap komitmen tersebut bisa segera keluar, sehingga dalam waktu dekat rekayasa lalu lintas yang baru bisa diterapkan.

“Semula memang di awal Januari ini, tapi melihat kondisi sekarang masih harus didiskusikan. Termasuk sosialisasi ke masing-masing pengemudi,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, menuturkan, penerapan satu jalur seyogyanya mulai diuji coba pada 3 Januari 2017. Namun hal itu harus disesuaikan dengan kesiapan dan tuntasnya segala persiapan dari Dinas Perhubungan.

“Kalau sudah tuntas hari ini, utamanya yang trayek angkutan. Kalau saya inginnya bisa besok atau pekan ini untuk uji coba satu jalur dan trayek angkutan yang baru,” kata dia. 

Herman menambahkan, penerapan sistem satu jalur tidak lain untuk mengurai penumpukan kepadatan kendaraan. Pasalnya yang saat ini dinilai sudah tidak lagi proporsional. “Ada penumpukan di salah satu jalur, kalau terus begini kemacetan tidak akan terurai,” katanya.

Menurut Herman, dengan sistem satu jalur juga, orang akan lebih giat berjalan kaki. Ketika akan mendatangi suatu tempat, daripada harus memutar lagi, lebih baik berjalan kaki. “Kantung parkir juga nanti disiapkan supaya kemacetan tidak lagi terjadi setelah sistem itu berjalan,” katanya.

Dia menambahkan, di salah satu titik kantung parkir, juga akan dibuat tempat kuliner yang nyaman dan higienis, yakni di sekitar bekas Bioskop Sinar. Bahkan, para pengamen bakal mendapatkan tempat khusus, supaya pengunjung juga bisa lebih nyaman, menikmati makanan dan hiburan.

“Jadi di jalannya itu khusus parkir, pedagang ditata di dalam bekas bangunan bioskop. Ditata senyaman mungkin dengan diutamakan kebersihan supaya higienis. Kami sudah rencanakan itu semua, jadi Cianjur itu menjadi daerah yang lalu lintasnya lancar, pedestriannya nyaman, dan pusat pusat kuliner yang memadai serta higienis,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments