Tb Mulyana: Partai Golkar Butuh Darah Baru

0
207

CIANJUR, patas.id – Kepengurusan SOKSI Kabupaten Cianjur baru saja dikukuhkan di Gedung Pramuka, Jalan Pramuka, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Sabtu (16 Desember 2017). Pada kesempatan tersebut, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Tb Mulyana Syahrudin, hadir dan memberikan arahan bagi para pengurus organisasi pendiri tersebut.

Mulyana menyampaikan apresiasi terhadap SOKSI atas dilaksanakannya kegiatan ini. Menurut dia, menggiatkan kembali ormas hasta karya dan lainnya yang berafiliasi ke Partai Golkar, dimulai dari SOKSI pada hari ini. Berikutnya akan menyusul beberapa ormas lain yang sekarang sudah mulai melakukan konsolidasi.

Dia berpesan kepada SOKSI agar merekrut kader di tiap pelosok, muka-muka baru, usia beranjak dewasa segera direkrut menyongsong Partai Golkar menjadi partai milenial, bahkan bukan hanya dapat merekrut generasi milenial yang sering disebut generasi Y tapi juga dapat merekrut generasi Z, yakni generasi yang lahir selepas 1995.

“Anak muda perlu diwadahi untuk dipertemukan dengan politisi dalam ruang dialog sehingga akan menambah wawasan generasi muda guna menjembatani pemikiran dengan generasi Y dan Z yang kadang dipandang selalu ingin berbeda,” ujar Mulyana.

Mulyana menambahkan bahwa kita patut berbangga, Partai Golkar Jabar yang direpresentasikan oleh Ketua DPD Partai Golkar Jabar, Dedi Mulyadi, menjadi inisiator munaslub. “Bahkan oleh Ketum terpilih, Kang Dedi Mulyadi disebut sebagai pejuang munaslub yang akan dilaksanakan pada 18-20 Desember yang akan datang,” tutur Mulyana.

Mulyana dalam sambutannya juga menegaskan bahwa ada beberapa poin penting yang menjadi catatan dalam munaslub sekarang, yakni: Pertama, munaslub adalah moment Partai Golkar untuk merumuskan citra baru agar tampil lebih simpatik pada masyarakat pasca terjun bebasnya elektabilitas Partai Golkar dalam 2 bulan terakhir.

“Masyarakat menantikan Partai Golkar yang bersih, merakyat, dan berintegritas. Maka solusi cepat dibutuhkan untuk memutus diri dari riwayat yang melilit Partai Golkar. Sudah lama masyarakat menanti seni tradisi baru berpolitik karena dunia perpolitikan Indonesia sepi dari pertarungan gagasan” kata dia.

Kedua, mengembalikan mekanisme partai yang berpihak pada kader internal sehingga jenjang karir berpartai di Partai Golkar terjamin kepastiannya. “Yang terakhir, menasionalnya kader Partai Golkar Jawa Barat,” tandas Mulyana. (daz)

Comments

comments