Banjir dan Longsor Terjang Cianjur Selatan, Dua Warga Tewas

0
214

CIANJUR, patas.id – Endin (67 tahun) dan Hobiah )50 tahun), pasangan suami-istri asal Desa Mekarsari Kecamatan Agrabinta Kabupaten Cianjur, tewas terseret arus banjir bandang di Kecamatan Agrabinta, Senin (27 November 2017) malam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifai, mengatakan, hanyutnya warga Agrabinta yang merupakan petani tersebut bermula ketika keduanya menyeberang Sungai Cisokan usai dari ladang dengan menggunakan rakit. Namun ternyata arus sungai dari hulu tiba-tiba besar dan menghantam rakit hingga keduanya terjatuh dan terbawa hanyut.

“Sebelumnya kan hujan deras selama beberapa jam. Bahkan sampai Selasa (28 November 2017) masih terus hujan. Akibatnya arus sungai menjadi deras, diduga keduanya memaksakan diri untuk melintas sungai dengan rakit dalam kondisi arus deras,” ujar Rifai di Cianjur, Selasa (28 November 2017).

Informasi dua orang yang terbawa hanyut tersebut berawal dari warga yang menemukan jasad Hobiah di muara Sungai Cisokan. Dari temuan itu, diduga korban bukan hanya seorang, tetapi ada dua orang, yakni beserta suaminya yang bernama Endin. Pasalnya Endin juga menghilang sejak Senin sore.

Begitu mengetahui ada warga yang terbawa arus dan belum ditemukan, BPBD beserta relawan dan warga melakukan pencarian dengan menyusuri Sungai Cisokan. Sayangnya, sampai Selasa sore, jasad Endin tak kunjung ditemukan.

“Tim sudah diterjunkan untuk melakukan pencarian. Perahu karet juga sudah dikerahkan untuk menyusuri sungai, sementara sebagian mencari di muara. Kami upayakan segera ditemukan,” ucapnya.

Rifai menuturkan, bencana banjir tersebut juga merendam puluhan rumah di Desa Bojongkaso dan Desa Mekarsari Kecamatan Agrabinta. “Sekarang sudah mulai surut, sebelumnya ketinggian banjir hingga setinggi lutut orang dewasa,” kata dia.

Tidak hanya banjir, Rifai mengungkapkan, hujan deras yang terjadi sepanjang hari tersebut juga mengakibatkan longsor dan pergerakan tanah di enam kecamatan di wilayah Cianjur selatan.

Kejadian longsor dan pergerakan tanah tersebut mengakibatkan sejumlah rumah rusak berat, puluhan rumah terancam, dan jembatan penghubung antara Kecamatan Cibinong Kabupaten Cianjur dan Ciwidey Kabupaten Bandung terputus.

“Pergerakan tanah terjadi di Kecamatan Pagelaran, Kecamatan Campaka Mulya dan Kecamatan Tanggeung dengan dampak satu rumah rusak berat, lima rumah rusak ringan, 7 rumah terancam, dan 9 hektar sawah rusak. Sementara itu, untuk tanah longsor terjadi di Kecamatan Sindangbarang, Kecamatan Leles, dan Kecamatan Cibinong dengan dampak puluhan rumah terancam, jembatan putus, dan jalan utama tertimbun,” ungkapnya,

Menurut Rifai, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk melakukan penanganan sementara. “Kami juga segera bantuan logistik,” katanya.

Dia juga mengimbau warga untuk selalu waspada, terlebih dengan kondisi cuaca yang buruk. Dia juga mengimbau warga yang berada di daerah rawan untuk mengungsi jika terjadi hujan deras hingga sehari penuh.

“Untuk yang sudah terdampak bencana, kami sudah arahkan untuk mengungsi ke kerabatnya,” tutup dia. (isl)
Daftar Bencana 28 November 2017

1. Pergerakan Tanah di Kampung Pasirmala Desa Selagedang Kecamatan Pagelaran, 4 rumah rusak

2. Longsor di Kampung Cimariuk Desa Mekarlaksana Kecamatan Sindangbarang, 27 keluarga terancam

3. Banjir bandang di Desa Bojongkaso dan Mekarsari Kecamatan Agrabinta, 2 warga tewas terbawa hanyut dan puluhan rumah terendam

4. Pergerakan tanah di Kampung Lengkobsari Desa Margaluyu Kecamatan Tanggeung

5. Pergerakan Tanah di Kampung Pasirkaliki Desa Sukabungah Kecamatan Campakamulya, 1 rumah rusak berat, 7 rumah terancam, 9 hektar sawah rusak

6. Longsor dan jembatan ambruk di Desa Cimaskara Kecamatan Cibinong

7. Longsor di Kecamatan Leles, jalan penghubung tertutup material

Comments

comments