Jembatan Cibuni Diperbaiki, Warga Harus Putar Arah 1,5 Jam

0
266

CIANJUR, patas.id – Warga Kecamatan Cijati Kabupaten Cianjur yang ingin ke Kadupandak ataupun sebaliknya kini harus menempuh jalan memutar dengan jarak tempuh satu jam lebih, padahal sebelumnya hanya belasan menit. Pasalnya jalan penghubung yang amblas sepekan lalu sedang dalam masa perbaikan dan tidak bisa dilalui kendaraan.

Perbaikan jalan tersebut dilakukan dengan mengeruk jalan aspal menuju Jembatan Cibuni yang menghubungan kedua kecamatan tersebut. Bahkan badan jalan hingga terkeruk seluruhnya, sehingga kendaraan seperti mobil tidak bisa melintas.

Kapolsek Kadupandak, AKP Tio, mengatakan, jalan penghubung tersebut memang dalam proses perbaikan. Namun tidak dilakukan dengan hanya menambal, sehingga perlu dikeruk untuk selanjutnya dipasang bronjong dan dibeton serta diperbaiki ke tahap selanjutnya.

“Kami sudah koordinasi dengan dinas yang mengerjakan, akan dilakukan perbaikan total. Memang akibatnya akses jalan terputus,” ucapnya kepada wartawan saat dihubungi melalui telepon seluler,” Senin (27 November 2017).

Menurutnya, pengerjaan tersebut diperkirakan bakal menghabiskan waktu sampai sebulan lebih. Namun untuk sementara dipasang plat besi sebagai akses sepeda motor. “Kemungkinan sebulan sampai dua bulan. Sekarang yang bisa melintas hanya sepeda motor, itupun harus sangat hati-hati,” katanya.

Tio menambahkan, warga Kadupandak yang akan menuju Cijati ataupun sebaliknya diarahkan untuk memutar melalui Tanggeung. Akibatnya, jarak tempuh dan lama perjalanan menjadi sangat jauh. Jika biasanya warga hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk sampai ke Kadupandak atau Cijati, kini harus menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam.

“Kan memutar, otomatis jarak dan waktu tempuh jadi sangat jauh. Kalau sebelumnya kan tinggal menyeberang, sekarang harus memutar. Tapi sudah ada petugas yang mengarahkan, soalnya kan ini jalan utama antarkecamatan,” ucapnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cianjur belum bisa dikonfirmasi terkait penanganan terkini amblasnya jalan penghubung dua kecamatan tersebut.

Sementara itu, sebelumnya, Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar di Cianjur, mengatakan, pihaknya telah membangun jembatan darurat bailey agar kendaraan tetap bisa melintas di jalur tersebut. Bahkan pihaknya menganggarkan Rp 700 juta untuk pembangunan jalan yang amblas. 

“Sudah dibangun jembatan darurat, agar kendaraan tetap dapat melintas karena sebagian besar landasan jalan ambrol beberapa meter sebelum jembatan, sehingga sempat tidak dapat dilalui,” katanya. (isl)

Comments

comments