Pengerjaan Proyek Siang, Bundaran Hypermart Macet Parah

0
449

CIANJUR, patas.id – Proyek pelebaran jalan dan gorong-gorong saluran air di perempatan Jalan Ir H Djuanda dan Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Cianjur, mengakibatkan kemacetan parah hingga beberapa kilometer, Kamis (23 November 2017).

Kemacetan dan antrean panjang kendaraan terjadi di empat ruas jalan, yaitu Jalan Dr Muwardi, Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Jalan Ir H Djuanda, dan Salakopi.

Kusnandar (40 tahun), seorang pengguna jalan, mengeluhkan pelaksanaan proyek pekerjaan gorong-gorong itu yang tidak memperhatikan hak para pengguna jalan.

“Kemacetan ini sangat merugikan, karena aktivitas kami menjadi terhambat, padahal normalnya untuk dapat sampai ke kantor biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Sekarang harus ditempuh 1,5 jam,” ujar Kusnandar, kepada wartawan, Kamis (23 November 2017).

Senada Aceng (38 tahun), pengguna jalan lainnya, mengungkapkan, dia sangat menyayangkan pelaksanaan proyek yang tak kunjung selesai. Padahal, jalan utama tersebut seharusnya menjadi ruas yang bebas hambatan.

“Pekerjaannya terkesan asal-asalan, masa harus dibongkar lagi. Kapan proyeknya mau selesai,” ungkap Aceng.

Sementara itu, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cianjur melakukan rekayasa jalur di ruas jalan tersebut untuk mengurai arus kendaraan dari empat penjuru.

Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana, melalui Kepala Bagian Operasi (KBO) Satlantas, Iptu Muhaimin, menyebutkan, sesuai dengan arahan dari Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri pengerjaan proyek tersebut harus selesai sebelum pelaksanaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018 mendatang.

“Dari pagi hingga siang ini, kemacetan terus terjadi karena pengendara harus mengurangi kecepatan karena ada pengerjaan proyek gorong-gorong,” jelas Muhaimin.

Muhaimin mengimbau, para pengendara agar berhati-hati saat melintas di atas ruas jalan yang sedang dilakukan pembangunan.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, menegaskan bahwa pihaknya sudah mengimbau rekanan pelaksana proyek untuk melihat situasi dan kondisi saat pengerjaan.

“Kita sudah menyarankan pengerjaan dengan menggunakan alat berat dilakukan malam hari, tapi dalam upaya mengejar target penyelesaian, ya lihat situasi saja,” kata Herman.

Herman malah meminta warga pengguna jalan untuk bersabar menghadapi kemacetan akibat proyek pengerjaan jalan ini. “Ya, mohon kesabaran warga karena ini merupakan bagian dari pembangunan untuk kepentingan bersama,” tuturnya. (daz)

Comments

comments