Longsor Naringgul, Warga Masih Mengungsi

0
274

CIANJUR, patas.id – Sebanyak 20 keluarga mengungsi ke rumah kerabatnya lantaran terkena dampak longsor dan pergerakan tanah di Desa Warnasari Kecamatan Naringgul Kabupaten Cianjur. Selain itu, lebih dari seratus rumah terancam bencana tersebut. 
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifa’i Azhari, mengatakan, bencana longsor dan pergerakan tanah di desa tersebut pertama terjadi pada Sabtu (18 November 2017) berupa longsoran yang menimbun pekarangan rumah serta kandang ternak milik warga.

Beberapa hari setelah itu, pergerakan tanah di sejumlah titik terjadi dan merusak lebih dari seratus rumah warga, sehingga 20 keluarga mengungsi ke kerabatnya.

“Kami sudah dapat informasi sejak beberapa hari lalu. Dari hasil pemeriksaan tim, ada seratus lebih yang terdampak, 90 rumah rusak ringan dan 20 keluarga mengungsi,” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (23 November 2017).

Menurutnya, tidak ada korban luka, apalagi sampai korban jiwa dari penduduk. Tetapi beberapa ekor hewan ternak tertimbun. “Jadi yang tertimbun ada, tapi itu hewan, bukan penduduk,” ucapnya.

Rifa’i menuturkan, pihaknya sudah menyiapkan tenda pengungsian di lapang dekat kantor desa, tetapi rata-rata penduduk mengungsi ke rumah kerabatnya saat malam hari.

“Kalau siang, mereka beraktifitas seperti biasanya. Jika malam hari, baru mengungsi sebab khawatir ada longsor atau pergerakan saat mereka tidur, ” katanya.

Dia menambahkan, BPBD tengah melakukan koordinasi dengan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi Provinsi Jawa Barat untuk melakukan pemeriksaan ke lokasi. Hal itu dilakukan untuk memastikan pergerakan tanah terus terjadi atau tidak.

“Dalam waktu dekat mereka akan ke Naringgul, memastikan risiko bencana di sana. Jadi kami bisa melakukan langkah selanjutnya,” ucapnya.

Di samping Naringgul, ungkap Rifa’i, BPBD juga melakukan pengecekan di Desa Waringinsari Kecamatan Takokak. Pergerakan tanah di wilayah tersebut dikhawatirkan terjadi lagi, mengingat curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir.

“Meski beberapa waktu lalu sudah tidak terjadi pergerakan, tapi melihat kondisi cuaca terus hujan dikhawatirkan terjadi lagi. Makanya rutin dipantau,” katanya. (isl)

Comments

comments