Jalan Ambrol, Jembatan Cibuni Tak Bisa Dilewati

0
314

CIANJUR, patas.id – Jalan amblas di bahu jalan Jembatan Cibuni yang menghubungkan Kecamatan Kadupandak dengan Kecamatan Cijati terus bertambah parah. Akibatnya aktivitas warga terlambat, lantaran kendaraan roda empat, apalagi mobil besar, tidak bisa melintas. 

Bahu jembatan ambles sedalam dua meter akibat hujan deras yang menerjang kawasan tersebut sejak Sabtu (18 November 2017). Saat ini hanya motor dan kendaraan kecil yang melintas di kawasan tersebut. Di lokasi amblesnya bahu jembatan sudah dipasangi garis polisi dan hanya menyisakan sekitar 1,5 meter lagi jalan yang beraspal.

Dari keterangan sisa 1,5 meter jalan yang beraspal tersebut di bagian bawahnya juga sudah mulai tergerus air dan berlubang.

Camat Kadupandak, Buhori, mengaku khawatir dengan kondisi amblesnya bahu jembatan tersebut. Menurut Buhori, dia telah mendatangi lokasi bersama dengan Kapolsek Kadupandak dan memberi peringatan dini kepada warga yang melintas di kawasan tersebut.

“Kondisi bahu jembatan sudah ambles sedalam dua meter, aspal jalan hanya tersisa 1,5 meter itu pun bawahnya sudah berlubang,” ujar Buhori saat dihubungi melalui telepon, Kamis (23 November 2017).

Menurut Buhori, pihaknya telah menyepakati untuk kendaraan truk yang bermuatan besar tidak boleh melintas di jembatan tersebut karena dikhawatirkan bahu jembatan akan ambruk. Ia mengatakan untuk sementara truk bermuatan yang melintas terpaksa melewati kawasan Kecamatan Tanggeung terlebih dahulu.

“Khawatir terjadi ambruk karena sisa 1,5 meter aspal bawahnya sudah berlubang, kalau terkena muatan kendaraan dengan tonase berat pasti ambruk,” ujarnya.

Buhori mengatakan pihaknya sudah menghubungi BPBD Kabupaten Cianjur dan melaporkan kejadian tersebut. Dia menambahkan kejadian amblesnya jembatan yang menjadi akses utama warga di dua kecamatan, yakni Kecamatan Kadupandak dan Kecamatan Cijati tersebut terjadi saat wilayah itu diguyur hujan deras sejak pagi hingga malam hari.

Kapolsek Kadupandak, AKP Tio, mengatakan, amblesnya jembatan yang menjadi akses utama di dua kecamatan menyebabkan aktivitas keseharian warga menjadi terhambat.

Tio mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten terkait amblesnya bahu jembatan itu. “Amblesnya sekitar dua meter, akibat dinding jembatan dihantam derasnya air Sungai Cibuni,” kata Tio.

Solihin (45 tahun), warga setempat, mengaku sangat terganggu dengan amblesnya jembatan itu. Dia mengatakan jembatan itu menjadi akses utama untuk membawa hasil tani ke kota. “Berharap segera diperbaiki, kami kesulitan untuk menjual hasil tani kami ke kota karena tak adanya akses jembatan,” katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifai mengatakan, pihaknya sudah melakukan peninjauan ke lokasi bencana. “Kami sudah meneruskan laporan kepada pimpinan dan dinas terkait,” katanya.

Sementara Kepala Dinas PUPR Kabupaten Cianjur, Dedi Supriyadi, mengatakan, pihaknya segera memasang besi WM untuk menutup landasan jalan yang ambrol beberapa meter sebelum jembatan Cibuni. Sehingga tidak mengunakan kayu untuk sementara karena rentan untuk dilalui kendaraan.

Dia menjelaskan, ambrolnya jalan tersebut akibat labilnya tebing penyangga di bagian bawah jembatan yang terkikis air sungai yang cukup deras sejak beberapa pekan terakhir. Sehingga pihaknya akan memasang batu di bagian bawah tebing untuk menahan tidak terjadinya longsor.

“Kita akan memasang besi WN untuk sementara agar jalan tersebut dapat dilalui kendaraan. Untuk perbaikan akan dilakukan secepatnya dalam waktu dekat. Bukan jembatan yang ambrol namun landasan jalan beberapa meter dari jembatan. Harapan kami dalam waktu dekat sudah diperbaiki,” katanya. (isl)

Comments

comments