Mulai November, Pemkab Cianjur Nyatakan Status Siaga Bencana

0
180

​CIANJUR, patas.id – Pemerintah Kabupaten Cianjur mulai memberlakukan status siaga bencana banjir dan longsor di awal November 2017. Seluruh petugas dan relawan kebencanaan pun disiagakan untuk mengantisipasi dampak bencana, terutama korban luka dan jiwa.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Sugeng ‎Supriyatno, mengatakan, setelah berkoordinasi dengan BPBD Jawa Barat dan BNPB, Pemkab melalui BPBD Kabupaten Cianjur mulai menerapkan status siaga.

“Suratnya sejak 31 Oktober, mulai berlaku November ini sampai Maret 2018,” ujar dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (8 November 2017).

Menurutnya, pergantian status bencana tersebut melihat curah hujan yang tinggi sejak dua bulan terakhir. Apalagi di Cianjur sudah terjadi banyak bencana, dimana puluhan rumah rusak dan ratusan orang harus direlokasi dari tempat tinggalnya.

“Mengingat sudah banyak terjadi bencana, status siaga tersebut didorong untuk segera diberlakukan. Meskipun seharusnya masih berada di periode musim kemarau,” ucapnya.

Menurut Sugeng, dalam menghadapi kemungkinan bencana banjir dan longsor, pihaknya sudah menyiagakan petugas selama 24 jam. Di samping itu, relawan kebencanaan di setiap kecamatan hingga tingkat desa juga ikut disiagakan.

“Selain petugas yang ada, kami libatkan para relawan. Dengan begitu, diharapkan penanganan kebencanaannya bisa segera,” ucap dia.

Di sisi lain, Sugeng mengaku tengah berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat terkait amblesnya jalan provinsi menuju Campaka. Terlebih, jalan tersebut menjadi akses utama menuju pusat pemerintahan Cianjur ke depan. 

“Sekarang sedang turun ke lapangan untuk upaya perbaikan. Ke depan bakal koordinasi secara intensif, supaya tidak ada gangguan ketika sudah jadi akses utama menuju pusat pemerintahan di Campaka,” katanya. (isl)

Comments

comments