Sebelum Rapat Paripurna, Anggota Dewan Dites Urine

0
142

CIANJUR, patas.id – Anggota DPRD Kabupaten Cianjur menjalani tes urine yang digelar Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur, Selasa (7 November 2017). Tes ‎urine tersebut dilakukan di depan pintu masuk Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Cianjur. Setiap anggota dewan yang hadir dan hendak mengikuti sidang paripurna pembahasan Rancangan APBD 2018, terlebih dulu menjalani tes urine.
Hinga pukul 10.00 Wib, baru 28 anggota dari total 50 anggota legislatif yang menjalani tes urine. Sementara yang lainnya masih belum hadir.

Kepala BNNK Cianjur, Basuki, mengatakan, ‎tes urine tersebut merupakan program rutin. Bahkan sebelumnya di lingkungan eksekutif pun sudah dilakukan terlebih dulu.

“Hari ini kami lakukan untuk para anggota legislatif. Kegiatan ini penting untuk memastikan seluruh pejabat pemerintah dan legislatif bersih dari narkoba. Apalagi untuk legislatif ini memiliki fungsi legislasi yang diharapkan nantinya bisa mendukung pemberantasan narkoba,” kata dia di sela tes urine. 

‎Menurutnya, hasil tes urine tersebut akan diserahkan kepada pimpinan dewan. Namun jika kewenangan publikasi diserahkan ke BNNK Cianjur, pihaknya yang akan mengemukakan hasilnya. “Itu nanti kebijakannya di pimpinan dewan. Tapi kalau data dari 2014, belum ada yang ditemukan positif narkoba,” ucapnya.

Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Yadi Mulyadi, mengatakan, ‎tes urine tersebut dinilai bagus dan selaras dengan instruksi Mendagri, dimana harus memerangi musuh negara, di antaranya narkoba dan korupsi.

“‎Kami di dewan juga mendukung pemberantasan narkoba, makanya dilakukan tes urine ini,” ucapnya. 

Dia mengatakan, anggota dewan yang‎ tidak ikut tes urine tersebut, diarahkan untuk menyusul atau mendatangi Kantor BNNK Cianjur untuk menjalani tes. “Seperti biasanya, yang tidak bisa hadir di hari pelaksanaan, bakal menyusul,” ucapnya.

Ditanya sanksi apa yang dikenakan bagi anggota dewan yang terbukti positif, Yadi belum mau berkomentar banyak. “Kan positif itu belum tentu narkoba, bisa karena obat yang dikonsumsi karena sakit. Tapi kalau positif narkoba, lihat saja nanti bagaimana sanksinya,” ucap dia. (isl)

Comments

comments