Hindari Razia, Pengendara Ngumpet di Gang dan Warung Kopi

0
257

​CIANJUR, patas.id – Berbagai cara dilakukan oleh para pengendara yang merasa melakukan pelanggaran agar dapat terhindar dari jeratan petugas saat pelaksanaan Operasi Zebra Lodaya 2017 yang digelar oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cianjur, Selasa (7 November 2017). Mulai dari mencari jalan pintas, masuk ke dalam gang, hingga rela menunggu pelaksanaan operasi lalu lintas yang digelar selama dua pekan itu selesai dilaksanakan. 

Seperti yang dilakukan oleh Farid (22 tahun), seorang pengendara sepeda motor. Ia rela menunggu di sebuah kios penjual kopi, hanya untuk menghindari pemeriksaan petugas yang sedang menjalankan operasi lalu lintas. Farid mengakui, ia tidak membawa surat kelengkapan kendaraannya, karena terburu-buru berangkat ke tempat kerjanya.

“Daripada kena tilang, Kang. Mendingan berhenti dulu lah, sambil nunggu razianya selesai,” kata Farid, kepada wartawan, Selasa (7 November 2017).

Hal serupa juga dilakukan Wiwin (20 tahun), pengendara lainnya, yang mengaku tak memiliki surat izin mengemudi (SIM) dan memutuskan untuk berpura-pura masuk ke dalam gang agar terhindar dari pemeriksaan petugas.

“Sudah sempat ditilang, masa ditilang lagi. Jadi lebih baik nunggu di dalam gang saja,” ujar Wiwin sambil tersenyum.

Sementara itu, Satlantas Polres Cianjur, hingga hari ketujuh pelaksanaan Operasi Zebra Lodaya 2017 telah menindak sebanyak 3.926 pelanggar lalu lintas. Dari jumlah itu, sebanyak 2.893 diberi surat bukti pelanggaran (tilang, red), dan 1.033 pelanggar diberikan surat teguran.

Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana, melalui Kepala Bagian Operasi (KBO) Satlantas, Iptu Muhaimin, mengatakan, untuk pelaksanaan operasi lalu lintas pada hari ketujuh terdapat 457 pelanggar yang terjaring.

“Hingga satu pekan pelaksanaan Operasi Zebra Lodaya 2017 yang digelar jajaran Satlantas Cianjur, kami telah mengeluarkan 2.893 surat tilang dan 1.033 surat teguran. Para pelanggar rata-rata berusia 21 hingga 30 tahun,” kata Muhaimin.

Dijelaskan Muhaimin, operasi lalu lintas yang digelar serentak di seluruh wilayah Indonesia itu fokus pada sejumlah pelanggaran, seperti penggunaan rotator bagi kendaraan sipil, melawan arus, menggunakan atau parkir diatas trotoar, dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB).

“Kami terapkan tilang elektronik (e-tilang, red) bagi para pelanggar. Hal tersebut untuk memudahkan para pelanggar membayar denda tilang. Mereka, tidak usah lagi sidang di pengadilan, tetapi cukup membayar denda di bank yang telah ditunjuk atau melalui m-banking,” jelasnya. (wan)

Comments

comments