Praktek Pengumpul Paspor di Cianjur Kian Merajalela

0
161

CIANJUR, patas.id– Meskipun pemerintah telah mengeluarkan surat edaran, namun tidak membuat para pengumpul paspor berhenti. Setelah ada surat edaran dari pemerintah, justru pergerakan para pengumpul paspor makin merajalela, bahkan mereka berani melakukan apa saja demi melancarkan modusnya.
Di Desa Songgom Kecamatan Gekbrong, misalnya, pengumpul paspor berani datang ke rumah kepala desa meminta menarik kembali surat edaran yang isinya melarang mantan TKW untuk mengumpulkan paspor.

“Mereka datang malam hari meminta saya agar tidak melarang mantan TKW untuk mengumpulkan paspor, dan menarik surat edaran yang sudah disebar,” ujar Kepala Desa Songgom, Wahyudin, kepada patas.id, Senin (6 November 2017).

Wahyudin mengatakan, meski dirinya telah menjelaskan bahwa insentif dari Raja Salman itu bohong mereka tetap tidak percaya, malah para pengumpul paspor itu menilai pemerintah telah menghambat program yang sedang ia jalankan.

“Mereka malah menuding bahwa saya telah menghalang-halangi bisnisnya,” katanya.

Lanjut Wahyudin, selain pernah didatangi oleh pengumpl paspor, dia juga sempat mendapat telepon dari pengumpul paspor.

“Saya sempat mendapat telepon dari pengumpul paspor, mereka bilang bahwa programnya itu memang benar-benar ada, mereka mengaku bahwa para pengumpul paspor telah mendapat mandat langsung dari presiden, dan mereka akan menuntut Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cianjur, serta media yang telah memberitakan insentif dari Raja Salman itu bohong,” pungkasnya. (jon)

Comments

comments