Encep Hanyut Terbawa Air Bah Saat Memasang Bronjong di Sungai

0
244

CIANJUR, patas.id – Encep (43 tahun) warga Kampung Cisuta Desa Waringinsari Kecamatan Takokak Kabupaten Cianjur meninggal dunia usai terbawa arus Sungai Bungiwangi, Minggu (5 November 2017). Tubuh korban pun ditemukan beberapa puluh meter dari titik hanyut.
Kepala Desa Waringinsari, Cecep Supriadi, menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika Encep tengah melakukan pengerjaan pemasangan bronjong bersama delapan rekannya, sekitar pukul 11.00 WIB. Tiba-tiba, air deras datang dari hulu sungai ke arah para pekerja tersebut.

Encep yang berada di tengah sungai langsung terbawa arus, sementara rekannya berhasil selamat lantaran berada di tepian sungai dan berpegangan pada bagian bronjong.

“Kejadiannya seketika, dan sebelumnya tidak hujan. Air langsung deras dan membawa korban,” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Minggu (5 November 2017).

Menurutnya, dari hasil keterangan saksi, air bah tersebut muncul lantaran pintu utama Pembangkit Listrik Mini Hydro yang baru beroperasi dua bulan di wilayah itu menutup. Akibatnya air tumpah ke pintu pembuangan dimana korban dan rekannya memasang bronjong.

Menutupnya pintu utama, lanjut dia, disebabkan listrik di wilayah tersebut mati sesaat sebelum kejadian. 

“Jadi informasinya, ketika listrik mati, pintu utama pembangkit listrik itu otomatis menutup, yang memasang bronjong tidak tahu. Jadi begitu air keluar dari pembuangan, langsung menghanyutkan salah satu korban,” kata dia.

Dia mengatakan, korban sudah ditemukan tidak jauh dari titik hanyut. Dia juga mengimbau warga untuk berhati-hati jika beraktivitas di sungai, apalagi di musim hujan ini.

“Korban sudah dimakamkan Minggu sore. Saya harap tidak ada lagi korban, jadi harus lebih hati-hati kalau aktivitas di sungai,” tuturnya. (isl)

Comments

comments