PKL yang Ditertibkan Minta Disediakan Lahan Relokasi

0
174

CIANJUR, patas.id – Sejumlah pedagang kakilima (PKL)‎ didampingi aktivis dari Aliansi Masyarakat untuk Penegakan Hukum (Ampuh) Cianjur melakukan audiensi dengan Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, di Kantor Pemkab Cianjur, Senin (30 Oktober 2017).
Presidium Ampuh Cianjur, Yana Nurjaman, yang mewakili para pedagang, mengungkapkan, kedatangan mereka beraudiensi untuk memastikan nasib pasca dikeluarkannya kebijakan penertiban PKL di seluruh ruas jalan di Cianjur.

Menurutnya, dari hasil audiensi, penertiban dipastikan tetap terjadi, namun format penertibannya tidak sporadis apalagi dengan unsur kekerasan. Pasalnya, hal itu akan mencoreng pemerintahan karena dianggap menganiaya rakyat kecil dengan menutup usahanya. 

“Wakil bupati menjanjikan tidak bertindak sporadis dan menertibkan pedagang secara humanis. Bahkan Wabup bakal turun langsun ke lapangan untuk berkomunikasi langsung dengan pedagang,” ujar dia saat ditemui usai‎ audiensi.

‎Menurutnya, dengan pola komunikasi tersebut, diyakini bisa membuat pedagang sadar untuk membongkar kiosnya sendiri. “Tapi jangan sampai ada komitmen yang lepas, apalagi dilakukan penertiban dengan kekerasan,” ucapnya. 

‎Di samping itu, Yana mengharapkan Pemkab bisa menyediakan tempat untuk para pedagang yang ditertibkan. Pasalnya, para pedagang itu menggantungkan hidup dari usahanya yang bakal dibongkar.

“Tadi sudah komunikasi, bakal ada lahan yang disediakan untuk para pedagang. Semoga rencana itu bisa terealisasikan,” katanya.

‎Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan, untuk penertiban PKL yang ada di seputar kota ataupun luar kota, saat ini sudah berjalan. Wilayah Cipanas dan Puncak selesai, sementara daerah menuju Bandung sudah berhasil ditertibkan juga, tinggal perkotaan.

“Kami harapkan warga jangan sampai dibongkar paksa, tapi masing-maaing menertibkan kiosnya sendiri,” ujar Herman. 

Herman menambahkan, untuk teknis pembongkaran Pemkab siap membantu. Bahkan, jika pedagang membutuhkan kendaraan untuk mengangkut material kios yang dibongkar, kendaraan pun akan disiapkan, asal ada kesepakatan. 

“Kita pikirkan relokasi, sebab tidak mudah. Kami harus memutuskan dengan bijak agar mereka bisa berdagang kembali,” tutur Herman. (isl)

Comments

comments