Kabag Humas: Tunjuk Hidung Kalau Benar Ada Satpol PP Mabuk Saat Penertiban Kios di Puncak

0
143

​CIANJUR, patas.id – Kabag Humas Setda Kabupaten Cianjur, Pratama Nugraha, meminta pihak yang melihat ada petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mabuk saat melaksanakan pembongkaran kios sepanjang Jalan Raya Puncak, menunjuk oknum itu agar langsung bisa diberikan sanksi.

“Jadi, jangan sampai itu tidak ada faktanya dan kemudian jadi bahan berita. Kalau memang benar ada yang mabuk, langsung tunjuk hidungnya agar Kepala Satpol PP bisa langsung memberikan sanksi,” tegas Pratama saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (16 Oktober 2017).

Pratama memastikan, tidak ada satu pun aparat Satpol PP yang mabuk saat melaksanakan tugas pembongkaran kios. Pratama khawatir, apa yang dipergunjingkan saat ini hanya upaya menjatuhkan citra pemerintah.

“Jangan baru katanya kemudian sudah heboh jadi berita. Semuanya perlu fakta dan data yang konkret sehingga semua bisa dipertanggungjawabkan,”  jelasnya.

Sebelumnya, pernyataan Pratama dan Staf Humas Bayu Ramadhan, sempat dipertanyakan publik Cianjur.  Bantahan adanya pembakaran dan pembongkaran paksa, dianggap sangat jauh dari fakta di lapangan.

Pratama dan Bayu seperti ditayangkan di portal youtube.com, berdalih kalau pemberitaan di sejumlah media massa terkait kejadian ricuh dan aksi pembakaran di Jalur Puncak tidak seutuhnya benar. Sejumlah pedagang justru mendukung tindakan penertiban, bahkan sukarela membongkar kios milik mereka.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan pemilik kios di ruas Jalan Raya Ciloto-Puncak marah. Kemarahan para pedagang itu dipicu aksi arogan petugas Satpol PP Kabupaten Cianjur saat melakukan penertiban ratusan kios di wilayah itu.

Penertiban ratusan kios yang berada di sepanjang ruas jalan nasional Cipanas- Puncak itu terjadi Rabu (11 Oktober 2017). Padahal, sesuai jadwal yang ditentukan penertiban di lokasi itu seharusnya dilaksanakan Kamis (12 Oktober 2017).

Pratama Nugraha, ketika dimintai tanggapan terkait aksi arogan yang dilakukan personel Satpol PP, saat itu menjawab akan berkoordinasi dengan Kepala Satpol PP untuk segera dilakukan evaluasi terkait pelaksanaan penertiban itu. “Kami akan lakukan evaluasi terhadap seluruh peronel,” singkat Pratama, saat ditemui wartawan di Desa Ciloto, belum lama ini.

Kepala Desa Ciloto, Tjutju Hidajat, menyebutkan, sedikitnya ada 400 kios yang ada di wilayah desanya. “Kami akan tetap memfasilitsi pedagang yang memang semuanya merupakan warga kami,” ucap Tjutju. (wan)

Comments

comments